KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produk unitlink masih menjadi penyumbang terbesar pendapatan premi PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia). Di semester I 2026, porsi premi unitlink ke total pendapatan premi Prudential mencapai 74%. Angka ini meningkat jika dibandingkan semester I-2025 yang mencatatkan kontribusi sebesar 72%. Adapun secara keseluruhan, total pendapatan premi Prudential Indonesia tercatat tumbuh 25%
year on year (YoY) menjadi Rp 12,2 triliun di semester I 2026.
"Unitlink terus memberikan perlindungan asuransi sekaligus fleksibilitas bagi nasabah dalam mengelola perencanaan keuangan jangka panjang," ujar Chief Financial Officer Prudential Indonesia Adit Trivedi kepada Kontan, Jumat (30/10/26).
Baca Juga: AAJI Optimis Lini Asuransi Kesehatan Bisa Makin Membaik Seiring Adanya POJK 36/2025 Adit mengatakan, kinerja ini menunjukkan bahwa kebutuhan nasabah terhadap solusi yang menggabungkan perlindungan dan investasi tetap kuat. Namun, volatilitas pasar bisa memengaruhi kinerja investasi
unitlink dalam jangka pendek. Kendati begitu, dinamika pasar dalam jangka pendek juga bukan satu-satunya faktor yang menentukan prospek unitlink dalam jangka panjang. Adit yakin, prospek produk unitlink ini masih akan positif hingga akhir tahun 2026. Ini didukung oleh pemahaman nasabah yang makin baik terhadap karakteristik dan risiko serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya perlindungan dan perencanaan keuangan jangka panjang. "Ke depan, produk tradisional maupun unitlink akan terus memiliki peran yang saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhan nasabah di berbagai tahapan kehidupan," ujarnya.
Prudential akan fokus utnuk menyediakan pilihan investasi terdiversifikasi dan memberikan kesempatan kepada nasabah untuk memilih solusi yang sesuai kebutuhan, tujuan finansial, jangka waktu investasi, dan profil risiko yang sesuai. Di sisi yang sama, Prudential juga akan fokus pada pertumbuhan dan kualitas dengan mengutamakan kebutuhan nasabah, menerapakan pengelolaan investasi yang
prudent, dan memperkuat edukasi kepada nasabah.
Baca Juga: OJK Beri Insentif bagi Asuransi hingga Dana Pensiun yang Investasi Pembiayaan Hijau Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News