Unitlink Syariah Mendominasi Total Kontribusi Allianz Syariah per September 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia (Allianz Syariah) menyampaikan produk unitlink syariah masih mendominasi total kontribusi atau premi bruto perusahaan per September 2026. Direktur Utama Allianz Life Syariah Indonesia Elmie Najas menerangkan nilai kontribusi unitlink syariah sebesar Rp 1,2 triliun per September 2026.

"Porsinya 71% dari total kontribusi per September 2026," ungkapnya kepada Kontan, Selasa (3/11/2026).

Elmie menyampaikan hal itu menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap solusi yang mengombinasikan perlindungan jiwa dan perencanaan keuangan jangka panjang masih cukup besar.


Ke depan, Elmie menyebut pihaknya akan terus menjaga keseimbangan portofolio melalui pengembangan solusi perlindungan yang makin beragam dan relevan dengan kebutuhan peserta.

Dengan menjadikan Maqasid Syariah sebagai kompas inovasi, dia bilang pihaknya ingin memastikan bahwa pertumbuhan Allianz Syariah tidak hanya tercermin dari kinerja bisnis, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan manfaat dan maslahat yang nyata bagi makin banyak keluarga Indonesia.

Baca Juga: Saham Big Banks Berguguran Pada Perdagangan Hari Ini (3/11), BRI Turun Paling Dalam

Sementara itu, Elmie juga mengatakan terdapat beberapa tantangan dalam meningkatkan penetrasi asuransi syariah di Indonesia, meski penetrasi asuransi syariah masih memiliki ruang untuk berkembang. Dia bilang beberapa tantangan tersebut perlu dijawab bersama oleh industri.

Elmie menjelaskan tantangannya, seperti peningkatan literasi dan pemahaman masyarakat mengenai konsep dan manfaat asuransi syariah, termasuk prinsip ta’awun atau saling tolong-menolong yang menjadi fondasinya.

"Selain itu, keterjangkauan produk, kemudahan akses, serta kemampuan industri dalam menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan dan prioritas finansial masyarakat juga menjadi faktor penting," tuturnya.

Elmie juga mengatakan Indonesia memiliki potensi pasar yang sangat besar untuk pengembangan asuransi syariah ke depannya. Dia optimistis melalui penguatan literasi, inovasi produk, perluasan distribusi yang terfokus pada syariah, serta peningkatan kualitas layanan, industri memiliki peluang untuk menjangkau lebih banyak masyarakat dan memperkuat peran asuransi syariah dalam memberikan perlindungan finansial. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News