Universal BPR Perkuat Strategi Hadapi Persaingan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Universal BPR terus memperkuat strategi dalam menghadapi tantangan dan peluang di industri perbankan yang semakin kompetitif. Momentum ulang tahun ke-23 pada Juni 2026 dimanfaatkan perusahaan untuk menegaskan komitmen dalam memberikan layanan kepada nasabah serta mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

Perayaan ini tidak hanya menjadi ajang refleksi perjalanan lebih dari dua dekade, tetapi juga momentum untuk meninjau berbagai pencapaian yang telah diraih. Dengan dukungan nasabah, karyawan, dan seluruh pemangku kepentingan, Universal BPR terus berkembang dan berupaya memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Di tengah dinamika ekonomi global dan regional, industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) menghadapi tantangan yang semakin kompleks, termasuk perubahan perilaku nasabah akibat perkembangan teknologi layanan keuangan.


Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong penguatan industri BPR agar tetap tumbuh dan berperan aktif dalam mendukung sektor UMKM.

Baca Juga: Yield SBN Meningkat, Persaingan Dana BPR Kian Ketat

Komisaris Utama Kaman Siboro menyampaikan rasa syukur atas perjalanan perusahaan selama 23 tahun. Ia menegaskan bahwa capaian yang diraih hingga saat ini merupakan hasil kontribusi dan kolaborasi seluruh pihak. “Pencapaian yang diraih hingga saat ini merupakan hasil kontribusi dan kolaborasi seluruh pihak,” ujar Kaman dalam keterangannya, Sabtu (20/6/2026).

Ia juga mengajak seluruh jajaran untuk menjaga integritas, memperkuat kolaborasi, serta melakukan perbaikan berkelanjutan. Dengan mengusung semangat “Cepat, Aman, Peduli”, Kaman optimistis visi dan misi perusahaan dapat terus terwujud dengan baik.

Sepanjang 2025, Universal BPR mencatat kinerja yang konsisten dengan dukungan profitabilitas yang solid serta komitmen menjaga kualitas aset. Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, perusahaan membukukan total aset sebesar Rp2,3 triliun dengan laba bersih Rp36 miliar.

Rasio kredit bermasalah (NPL gross) tercatat 3,93%, masih berada di bawah batas maksimum regulator sebesar 5%, yang menunjukkan kualitas kredit tetap terjaga. Sementara itu, return on equity (ROE) sebesar 19,4% mencerminkan efektivitas pengelolaan modal dalam menghasilkan kinerja yang solid.

Baca Juga: Aset BPR dan BPRS Tumbuh 3,7% per Maret 2026, OJK Dorong Penguatan Lewat Konsolidasi

Ke depan, Universal BPR menegaskan komitmen untuk terus menghadirkan layanan perbankan yang sesuai kebutuhan masyarakat melalui produk tabungan, deposito, dan fasilitas kredit. Perusahaan optimistis dapat terus tumbuh dan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News