Universitas Ciputra Perkuat Ekosistem Wirausaha Berkelanjutan Lewat ICOEN 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Universitas Ciputra berkomitmen dalam mendorong kewirausahaan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan. 

Sebagai wujud komitmen itu,  Universitas Ciputra menggelar International Conference on Entrepreneurship (ICOEN) XIII 2026 pada 4–6 November 2026 di Universitas Ciputra Jakarta.  Ajang tersebut diikuti 197 peserta dari empat negara yang  terdiri atas akademisi, peneliti, mahasiswa, praktisi, dan pelaku usaha yang membahas pengembangan kewirausahaan berkelanjutan.

ICOEN adalah konferensi ilmiah internasional yang berfokus pada bidang kewirausahaan, inovasi, bisnis, dan manajemen. Forum ini mempertemukan akademisi, peneliti, mahasiswa, praktisi bisnis, serta pelaku usaha dari berbagai negara untuk bertukar pengetahuan, mempresentasikan hasil penelitian, dan membahas perkembangan serta tantangan dunia kewirausahaan.


Konferensi ini menjadi ruang kolaborasi internasional untuk menjembatani riset akademik dengan kebutuhan dunia usaha. Ajang ini diharapkan melahirkan inovasi, kolaborasi, dan solusi konkret guna memperkuat UMKM serta mempercepat pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Baca Juga: Universitas Ciputra Jakarta Telah Diresmikan, Siap Cetak Entrepreneur Muda

ICOEN 2026 menerima 197 makalah dan melibatkan enam mitra penyelenggara, yakni Universiti Sains Malaysia (USM), Universitas Kristen Satya Wacana, Universitas Sugeng Hartono, Universitas Nusantara PGRI, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah, dan Southeast Asia Research Academy. 

Mengusung tema Entrepreneurship for the Sustainable Development Goals (SDGs): Driving Inclusive and Impact-Oriented Innovation, ICOEN 2026 menyoroti peran kewirausahaan dalam mendorong inovasi yang berdampak bagi perekonomian, masyarakat, dan lingkungan. Salah satu fokus pembahasannya adalah penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu tumbuh secara inklusif dan berkelanjutan.

Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Deputi Pendampingan Inovasi dan Keberlanjutan Usaha Kementerian UMKM, Adi Daen Fahmi menekankan pentingnya perguruan tinggi dalam mencetak wirausaha muda yang inovatif sekaligus mampu menciptakan lapangan kerja.

“Kami berharap kampus menjadi tempat lahirnya wirausaha muda inovatif yang mampu menciptakan lapangan kerja. Sejumlah inisiatif Universitas Ciputra menunjukkan potensi untuk melahirkan wirausaha yang berkontribusi terhadap pencapaian SDGs,” ujar Adi dalam keterangannya dikutip Kamis (5/11/2026).

Ketua Panitia ICOEN XIII 2026,Andrea Gideon mengatakan bahwa kewirausahaan tidak semata-mata berorientasi pada pertumbuhan bisnis dan keuntungan. Lebih dari itu, bisnis perlu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial dan lingkungan.

“Kami percaya bahwa kewirausahaan masa depan tidak cukup hanya berbicara tentang bagaimana membangun bisnis yang besar dan menguntungkan. Kewirausahaan juga harus mampu memberikan solusi bagi persoalan masyarakat dan lingkungan,” ujar Andrea.

Baca Juga: Universitas Ciputra Jakarta Telah Diresmikan, Siap Cetak Entrepreneur Muda

Selain mendorong lahirnya wirausaha baru, ICOEN XIII 2026 juga mengangkat tantangan yang dihadapi pelaku usaha di tengah perkembangan teknologi, perubahan pasar, dan dinamika global.

Untuk memperkuat kontribusi akademisi terhadap dunia usaha, ICOEN 2026 juga mendorong penerapan hasil penelitian dalam pengembangan UMKM. Andrea menjelaskan bahwa kajian tentang inovasi, transformasi digital, dan pengelolaan bisnis berkelanjutan diharapkan dapat menjadi referensi bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan daya saing dan mengembangkan usaha.

Sebaliknya, berbagai tantangan yang dihadapi UMKM juga dapat menjadi sumber penelitian sekaligus membuka peluang kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia usaha. Melalui sinergi tersebut, ICOEN 2026 diharapkan dapat menjembatani kebutuhan praktis pelaku usaha dengan pengembangan ilmu pengetahuan.

“Harapan kami, konferensi ini tidak berhenti pada diskusi akademik, tetapi juga menghasilkan kolaborasi, gagasan, dan aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung pencapaian SDGs,” kata Andrea.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News