UNRWA Kecam Serangan Israel ke Pusat Bantuan Pengungsi, Satu Staf PBB Meninggal



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina dan Timur Dekat atau UNRWA (United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East) mengecam keras serangan tentara pendudukan Israel ke pusat UNRWA di Jalur Gaza pada Rabu (13/3).

Serangan ini menyebabkan satu orang staf UNRWA tewas, ketika Pasukan Israel menyerang pusat UNRWA yang digunakan untuk menyediakan makanan dan bantuan kemanusiaan lain.

Selain itu sebanyak 22 staf lainnya terluka ketika Pasukan Israel menyerang pusat distribusi makanan di bagian timur Rafah selatan Jalur Gaza.


Baca Juga: Netanyahu: Israel to Set Security Limits on Ramadan Prayers at Jerusalem's Al Aqsa

Komisaris Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini melalui pernyataan tertulis menyatakan, serangan tentara zionis Israel terhadap salah satu, dari sedikit pusat distribusi UNRWA yang tersisa di Jalur Gaza, terjadi ketika persediaan makanan semakin menipis

Ia menyebut saat ini kelaparan di Jalur Gaza makin meluas dan di beberapa daerah, berubah menjadi kelaparan. "Setiap hari, kami membagikan koordinat seluruh fasilitas kami di Jalur Gaza kepada pihak-pihak yang berkonflik. Tentara Israel menerima koordinat tersebut termasuk fasilitas ini kemarin," kata Lazzarini.

Karena itu sangat tidak mungkin bila tentara Israel tidak mengetahui bahwa tempat itu adalah layanan kemanusiaan, yang dilarang untuk diserang sesuai dengan hukum internasional.

Sejak perang dimulai lima bulan lalu, UNRWA telah mencatat jumlah pelanggaran oleh tentara pendudukan Israel, yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pelanggaran itu dilakukan Israel terhadap staf dan fasilitas UNRWA, melebihi jumlah pelanggaran yang terjadi di seluruh dunia.

UNRWA mengungkapkan beberapa fakta akibat serangan tentara pendudukan Israel terhadap relawan kemanusiaan di Jalur gaza yang tergabung dalam tim UNRWA.

  • · Sedikitnya 165 anggota tim UNRWA tewas termasuk saat menjalankan tugas.
  • · Lebih dari 150 fasilitas UNRWA terkena dampak serangan tentara pendudukan Israel, beberapa di antaranya hancur total, dan banyak di antaranya bangunan sekolah.
  • · Lebih dari 400 orang tewas saat mencari perlindungan di bawah badan-badan yang berbendera PBB.
  • · Terowongan dilaporkan ditemukan di bawah fasilitas dan instalasi UNRWA digunakan untuk kegiatan militer Israel.
  • · Staf UNRWA dilaporkan telah dianiaya dan dipermalukan oleh tentara pendudukan Israel, saat berada di pusat penahanan Israel.
Baca Juga: Palestinians Brace for Rafah Assault as Israel Promises Evacuation Plan

Lazzarini mengimbau agar Israel melindungi semua aktivitas Perserikatan Bangsa-Bangsa, personel, lokasi dan asetnya setiap saat. 

Ia menyebut sejak perang ini dimulai, serangan tentara Israel terhadap fasilitas, konvoi, dan personel PBB telah menjadi hal biasa yang secara terang-terangan mengabaikan hukum kemanusiaan internasional. 

"Saya menyerukan sekali lagi penyelidikan independen terhadap pelanggaran-pelanggaran ini dan perlunya akuntabilitas,” tambah Lazzarini.

Editor: Syamsul Azhar