UNTR Putar Strategi: Penurunan Alat Berat Tambang Ditutup Proyek Infrastruktur



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT United Tractors Tbk (UNTR) mengejar target penjualan alat berat sebanyak 4.300 unit - 4.500 unit pada tahun 2026. Emiten dari Grup Astra ini memetakan tantangan dan peluang yang bakal mengiringi industri alat berat sepanjang 2026.

Corporate Secretary United Tractors, Ari Setiyawan menyoroti langkah pemerintah yang akan memangkas Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pertambangan pada tahun 2026. Penurunan target produksi komoditas tambang, terutama batubara diprediksi bakal berdampak terhadap prospek penjualan alat berat.

Penurunan RKAB berpotensi memangkas penjualan alat berat, khususnya tipe big machine yang digunakan di pertambangan. Ari memproyeksikan penjualan alat berat UNTR tipe big machine sepanjang tahun ini akan turun menjadi sekitar 900 unit - 950 unit.


Baca Juga: UNTR Revisi Target Penjualan Alat Berat Jadi 4.500 Unit, Begini Pertimbangannya

Ari memberikan perbandingan, komposisi penjualan big machine UNTR pada tahun lalu mencapai 1.050 - 1.100 unit. Meski ada pemangkasan RKAB yang berdampak terhadap tingkat penjualan, tapi Ari memprediksi sektor pertambangan masih tetap menjadi pasar yang dominan bagi bisnis alat berat UNTR.

"Proyeksi penjualan alat berat Komatsu ke sektor pertambangan diperkirakan masih yang terbesar. Pembelian alat berat di tahun 2026 sebagian besar untuk pergantian alat (replacement)," kata Ari kepada Kontan.co.id, Senin (12/1/2026).

Di tengah potensi penurunan kontribusi dari sektor pertambangan, Ari melihat peluang pertumbuhan permintaan pada sektor konstruksi dan perkebunan. Faktor pendorong utamanya berasal dari proyek pemerintah, yakni pembangunan infrastruktur dan proyek food estate.

Baca Juga: Penjualan Emas Tumbuh Positif, United Tractors (UNTR) Tetap Pertahankan Target

"Ada potensi peningkatan permintaan dari sektor kontruksi dan perkebunan apabila realisasi pembangunan infrastruktur lebih besar, dan juga permintaan dari perkebunan terkait pengembangan proyek food estate," terang Ari.

Sampai dengan kuartal III-2025, sektor pertambangan berkontribusi sebesar 63% terhadap total penjualan alat berat UNTR yang pada periode itu mencapai 3.653 unit. Sektor pertambangan masih dominan dibandingkan perkebunan (14%), konstruksi (13%) dan kehutanan (10%).

Pada tahun lalu, UNTR memangkas target penjualan alat berat dari 4.600 unit menjadi 4.500 unit. "Kami belum dapat sampaikan (realisasi penjualan alat berat pada 2025) karena sedang di finalisasi. Namun indikasinya sesuai dengan target," tandas Ari.

Baca Juga: UNTR Tuntaskan Akuisisi Doup pada Desember 2025 dan Incar Tambang Emas di Australia

Selanjutnya: Lagi! Korupsi Pejabat Pajak Bisa Menggerus Kepatuhan Wajib Pajak

Menarik Dibaca: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (13/1), Hujan Sangat Deras di Provinsi Ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News