KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Unilever Indonesia Tbk (
UNVR) telah merealisasikan pembelian kembali (buyback) saham senilai Rp285,05 miliar. Nilai tersebut baru sekitar 14% dari total dana maksimal
buyback sebesar Rp 2 triliun yang telah disiapkan perseroan. Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (15/7/2026), dana tersebut digunakan untuk membeli kembali 168.766.700 saham.
Seluruh saham hasil
buyback masih dicatat sebagai saham tresuri (treasury stock).
Baca Juga: Susul ASII-ADRO-BBNI, Saham Blue Chip Ini akan Buyback Rp 2 T Mulai 1 April 2026 "Dana yang telah digunakan untuk
buyback mencapai Rp 285,05 miliar dengan total 168.766.700 saham," tulis Direktur UNVR Neeraj Lal, dalam keterbukaan informasi kepada BEI, kemarin. Program
buyback itu dijalankan secara bertahap sepanjang Juli hingga September 2025. Dalam periode tersebut, harga pembelian tertinggi tercatat Rp1.703 per saham pada 23 September 2025, sedangkan harga terendah sebesar Rp1.665 per saham pada 9 September 2025.
Rata-rata harga pembelian kembali saham mencapai Rp1.689,021 per saham. Sebelumnya, manajemen Unilever Indonesia menyatakan pelaksanaan
buyback tidak akan memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, kinerja keuangan, struktur permodalan, maupun likuiditas perusahaan.
Baca Juga: Harga Saham ADRO Naik Tersulut Rencana Buyback Rp 5 Triliun, Saatnya Beli atau Jual? Perseroan menilai kondisi kas dan likuiditas tetap kuat untuk mendukung operasional bisnis. UNVR juga menegaskan seluruh dana yang digunakan dalam aksi
buyback berasal dari kas internal perusahaan, tanpa memanfaatkan pinjaman maupun dana hasil penawaran umum. Langkah ini menunjukkan perseroan tetap menjaga fleksibilitas keuangan sekaligus menjalankan program pembelian kembali saham sesuai rencana yang telah diumumkan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News