KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Unilever Indonesia Tbk (
UNVR) resmi menjual bisnis teh Sariwangi kepada PT Savoria Kreasi Rasa per Senin (2/3/2026). Langkah ini menjadi bagian dari strategi Perseroan untuk mengoptimalkan portofolio bisnis dan memaksimalkan nilai bagi pemegang saham. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, transaksi tersebut dilaksanakan sesuai ketentuan dalam Perjanjian Pengalihan Bisnis terkait Jual Beli Bisnis SariWangi yang telah ditandatangani pada 6 Januari 2026 antara Unilever Indonesia dan Savoria Kreasi Rasa.
Sekretaris Perusahaan UNVR, Mario Abdi Amrillah, menyampaikan bahwa seluruh dokumen yang diperlukan, baik secara hukum maupun kontraktual, telah ditandatangani untuk menyelesaikan proses transaksi tersebut.
Baca Juga: Transformasi Unilever, Penjualan Segmen Home & Personal Care Tumbuh 20,2% "Selain itu, Unilever Indonesia juga telah menerima pembayaran secara penuh dari pembeli sehubungan dengan penjualan bisnis teh Sariwangi," kata Mario dalam keterangannya, Selasa (2/3/2026).
Tidak Berdampak Material pada Operasional
Manajemen UNVR memastikan bahwa transaksi divestasi ini tidak akan menimbulkan dampak material terhadap aspek operasional, hukum, maupun kelangsungan usaha Perseroan. Mario menjelaskan, penjualan bisnis teh Sariwangi memungkinkan perusahaan merealisasikan nilai investasinya pada lini bisnis teh di Indonesia. Dana hasil transaksi tersebut diharapkan dapat didistribusikan kepada para pemegang saham dalam jangka pendek. Selain itu, langkah strategis ini memberi ruang bagi UNVR untuk lebih fokus pada bisnis inti yang tersisa, sehingga dapat mendorong peningkatan nilai perusahaan dalam jangka panjang.
Nilai Transaksi dan Kontribusi Segmen
Sebagai informasi tambahan, nilai transaksi penjualan segmen bisnis teh tersebut mencapai Rp 1,5 triliun, di luar pajak yang berlaku.
Nilai transaksi itu setara dengan sekitar 45% dari total ekuitas UNVR berdasarkan Laporan Keuangan per 30 September 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Terdaftar Siddharta Widjaja & Rekan (anggota jaringan KPMG). Dari sisi kontribusi kinerja, total aset bisnis teh dengan jenama Sariwangi tercatat sebesar 2,5% dari total aset UNVR. Sementara itu, kontribusi laba bersih segmen tersebut mencapai 3,1% dari laba bersih Perseroan, dan porsi pendapatan usahanya sekitar 2,7% dari total pendapatan usaha perusahaan. Dengan rampungnya transaksi ini, pasar akan mencermati langkah lanjutan UNVR dalam mengelola portofolio merek serta strategi alokasi modal guna menjaga pertumbuhan dan profitabilitas di tengah dinamika industri barang konsumsi nasional. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News