BEIJING. China benar-benar bermimpi menjadi raksasa dunia. Setelah mampu menjelma menjadi raksasa ekonomini baru, kini China berambisi menjadi produsen pesawat penumpang, menyaingi raksasa produsen pesawat asal Amerika Serikat Airbus dan Boeing. Sebagai bukti dari mengejar mimpi itu, Senin (21/12) kemarin, perusahaan penerbangan milik negara China: Commercial Aircraft Corporation of China (COMAC), meneken kesepakatan jual beli dengan CFM International, perusahaan patungan Safran Group dan General Electric. Safran Group, perusahaan bidang bidang pertahanan dan kedirgantaraan Perancis, bersama konglomerat Amerika Serikat General Electric meneken kesepakatan bernilai miliaran dolar untuk memasok mesin jet pesawat penumpang baru C919 yang tengah dirancang COMAC. Belum jelas benar untuk jangka waktu berapa kontrak tersebut.
Upaya China Menyalip Boeing dan Airbus
BEIJING. China benar-benar bermimpi menjadi raksasa dunia. Setelah mampu menjelma menjadi raksasa ekonomini baru, kini China berambisi menjadi produsen pesawat penumpang, menyaingi raksasa produsen pesawat asal Amerika Serikat Airbus dan Boeing. Sebagai bukti dari mengejar mimpi itu, Senin (21/12) kemarin, perusahaan penerbangan milik negara China: Commercial Aircraft Corporation of China (COMAC), meneken kesepakatan jual beli dengan CFM International, perusahaan patungan Safran Group dan General Electric. Safran Group, perusahaan bidang bidang pertahanan dan kedirgantaraan Perancis, bersama konglomerat Amerika Serikat General Electric meneken kesepakatan bernilai miliaran dolar untuk memasok mesin jet pesawat penumpang baru C919 yang tengah dirancang COMAC. Belum jelas benar untuk jangka waktu berapa kontrak tersebut.