Upaya Industri Kripto Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digital di Indonesia



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Industri aset kripto di Indonesia terus memperluas perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital. 

Seiring meningkatnya adopsi teknologi finansial, pelaku industri kripto berupaya memperkuat ekosistem bisnis yang berkelanjutan, termasuk melalui penguatan literasi digital dan perluasan basis pengguna.

Salah satu pelaku usaha kripto dalam negeri, Indodax, menilai pertumbuhan industri tidak hanya ditopang oleh inovasi teknologi, tetapi juga oleh peningkatan pemahaman masyarakat terhadap ekonomi digital. 


Hal tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperluas penetrasi pasar dan memperkuat kepercayaan publik terhadap aset digital.

Baca Juga: GMV Ekonomi Digital Indonesia Bisa Mencapai US$ 100 Miliar Tahun Ini

Vice President Indodax, Antony Kusuma, menyatakan bahwa pengembangan industri kripto membutuhkan ekosistem yang inklusif, di mana akses terhadap edukasi dan literasi digital menjadi faktor penting. 

"Keberlanjutan bisnis di sektor ini sangat bergantung pada kesiapan masyarakat dalam memahami teknologi dan risiko yang melekat pada aset kripto," ujarnya dalam siaran pers, Senin (23/2/2026).

Dalam kerangka tersebut, Indodax menjalankan sejumlah kegiatan yang dikaitkan dengan penguatan literasi dan inklusi digital. 

Aktivitas ini berlangsung pada 21–27 Februari 2026 di sejumlah wilayah Jabodetabek dan melibatkan kolaborasi dengan komunitas serta organisasi sosial. 

Sasaran kegiatan mencakup kelompok masyarakat yang dinilai masih memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas pendidikan dan informasi digital.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia Melonjak, Proyeksi 2030 Capai US$ 340 Miliar

Sejumlah fasilitas pendukung pembelajaran disalurkan, termasuk perlengkapan belajar dan bahan bacaan anak. 

Selain itu, perusahaan juga memfasilitasi distribusi paket perlengkapan sekolah yang ditujukan untuk mendukung akses pendidikan dasar. Langkah tersebut diposisikan sebagai bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat terhadap teknologi dan ekonomi digital sejak usia dini.

Di sisi lain, kegiatan pendukung selama Ramadan juga dilakukan melalui penyaluran kebutuhan pokok di beberapa wilayah, seperti Pinang Ranti, Kemang, Cilincing, serta Jonggol. 

Bantuan fasilitas ibadah turut disalurkan ke sejumlah masjid di kawasan Depok, Pondok Rajeg, Setiabudi, dan Kebayoran Lama.

Baca Juga: Pemerintah Bidik Ekonomi Digital Tumbuh US$ 400 Miliar pada 2030

Melalui pendekatan ini, Indodax menilai bahwa penguatan literasi digital dan keterlibatan masyarakat dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan industri kripto. Perusahaan melihat upaya tersebut sebagai bagian dari strategi memperkuat fondasi bisnis di tengah perkembangan pesat ekonomi digital nasional.

Selanjutnya: Pemerintah Sudah Tarik Utang Baru Sebesar Rp 127,2 Triliun Pada Januari 2026

Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Selasa 24 Februari 2026, Atur Ketenangan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News