Upaya Jababeka (KIJA) Perkuat Posisi sebagai Kota Wisata Industri



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jababeka Tbk (KIJA) terus berupaya memperkuat positioning sebagai kawasan sebagai kota wisata industri sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan bagi masyarakat maupun investor. Salah satunya melalui gelaran tahunan festival budaya Jepang Sakura Matsuri 2026 pada 25–26 Juli 2026 di Hollywood Junction, Kota Jababeka, Cikarang. Direktur PT Graha Buana Cikarang, Ivonne Anggraini mengatakan, penyelenggaraan Sakura Matsuri merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem Kota Jababeka yang tidak hanya dikenal sebagai kawasan industri, tetapi juga memiliki kehidupan budaya, pendidikan, pariwisata, hingga investasi.

“Ini menjadi kolaborasi antara Indonesia dan Jepang, di mana kita sekarang sudah membuka itu bukan sesuatu kota hanya industri saja, tapi menjadi sesuatu ekosistem kota yang sudah mandiri yang sudah berumur 37 tahun kita kembangkan, yang tadinya dari daerah yang tidak ada apa-apa dan sekarang sudah menjadi kota mandiri yang bukan cuma ada industri, tapi ada ekosistem budaya yang terbentuk yang sudah ada di dalam Kota Cikarang Jababeka," ujar Ivonne, dalam acara konferensi pers Sakura Matsuri 2026, pada Jumat (10/7/2026).

Baca Juga: Jababeka (KIJA) Genjot Bisnis Pergudangan Multifungsi Lewat Proyek Jababeka Bizpark


Ia melanjutkan, kolaborasi tersebut juga didorong oleh banyaknya perusahaan asal Jepang yang telah beroperasi di kawasan Jababeka selama puluhan tahun. 

Dengan demikian, penyelenggaraan Sakura Matsuri diharapkan dapat menjadi ruang pertukaran budaya sekaligus mempererat hubungan Indonesia dan Jepang. Di sisi lain, Kota Jababeka juga ingin semakin dikenal bukan hanya sebagai kota industri, melainkan juga sebagai destinasi wisata industri bertaraf internasional.

Menurutnya, keberagaman budaya menjadi salah satu indikator penting kemajuan sebuah kota industri. Sebab, kota yang berdaya saing global tidak hanya dibangun melalui pertumbuhan ekonomi dan investasi, tetapi juga melalui masyarakat yang terbuka terhadap keberagaman dan memiliki ruang untuk berkolaborasi. Sebagaimana diketahui, Kota Jababeka saat ini menjadi rumah bagi lebih dari 2.000 perusahaan nasional dan multinasional dari berbagai negara, termasuk komunitas Jepang yang  menjadi salah satu komunitas internasasional terbesar di kawasan tersebut.

Melalui konsep Kota Wisata Industri, Jababeka terus mengintegrasikan sektor industri, pendidikan, pariwisata, dan kebudayaan. Sakura Matsuri menjadi salah satu implementasi strategi tersebut dan telah berkembang menjadi agenda budaya tahunan yang selalu menarik puluhan ribu pengunjung.

Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia menargetkan 100.000 hingga 110.000 pengunjung selama dua hari pelaksanaan. Festival yang digelar secara gratis tersebut juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Baca Juga: Jababeka (KIJA) Kantongi Pinjaman Rp 1,2 Triliun dari BRI, Ekspansi Kawasan Kendal

Selain festival budaya, Sakura Matsuri 2026 juga menghadirkan program Road to Sakura Matsuri yang menyasar generasi muda melalui kegiatan edukasi mengenai peluang belajar, bekerja, dan berkarier di Jepang.

Di tengah pelemahan daya beli dan ketidakpastian global, Ivonne menilai festival semacam ini justru dapat menjadi sarana hiburan sekaligus edukasi bagi masyarakat.

"Kalau melihat kita festival ini, ini hiburan lah jadi justru kita menghadirkan festival untuk menghibur masyarakat yang dalam kondisi yang sekarang ini tidak nyaman dengan geopolitik seperti ini, edukasi mendapat wawasan mengenai kebudayaan Jepang jadi mereka terasa terhibur," ujarnya.

Sakura Matsuri 2026 akan menghadirkan berbagai pertunjukan budaya Jepang, kompetisi cosplay, bazar kuliner Indonesia dan Jepang, Japan Indonesia Culture Corner (JICC), hingga penampilan JKT48 dan sejumlah musisi dari Jepang. Festival ini juga didukung oleh Kedutaan Besar Jepang, JETRO, JICA, JNTO, The Japan Foundation, serta berbagai institusi lainnya.

Baca Juga: Jababeka (KIJA) Tegaskan Posisi sebagai Kota Wisata Industri lewat Harmony Festival

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News