Upaya Memperkuat Pemasok F&B Lokal Menembus Pasar Ekspor



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan industri makanan dan minuman (F&B) yang konsisten perlu diikuti dengan penguatan pemasok lokal agar tak hanya menjadi pemain di pasar domestik, tetapi juga mampu menembus pasar regional.

Kementerian Perindustrian mencatat industri makanan dan minuman tumbuh 6,49% pada kuartal III 2025. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan industri pengolahan nonmigas yang sebesar 5,58% dan pertumbuhan ekonomi nasional 5,04%. 

Potensi tersebut dinilai perlu dimanfaatkan untuk memperluas pasar produk pangan Nusantara ke luar negeri. Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI), misalnya, mendorong lebih banyak makanan dan minuman khas daerah diperkenalkan ke pasar internasional, terutama China.


Ketua Umum PPJI Dini Zainuddin mengatakan produk kuliner Indonesia yang dikenal di pasar luar negeri masih relatif terbatas, seperti rendang, bakso, dan nasi goreng. Karena itu, PPJI ingin memperluas promosi ke produk yang selama ini belum banyak dikenal secara global. Salah satunya minuman tradisional berbahan rempah. 

 “Pameran dan ajang promosi juga menjadi pintu masuk untuk mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan pengusaha katering serta eksibitor dari China,” kata Dini dalam keterangannya, Kamis (1/10/2026).

Baca Juga: Gapmmi: Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,5%, Penciptaan Lapangan Kerja Jadi PR

PPJI juga berencana menggelar kompetisi untuk menjaring minuman tradisional yang memiliki potensi dipasarkan ke China. Eksplorasi juga akan dilakukan terhadap makanan khas daerah, mulai dari berbagai jenis soto hingga olahan ikan dan bebek.

Di sisi lain, Ketua Umum Gabungan Penyuplai Hotel dan Restoran Indonesia (GAPURI) Vera Umbara menilai ekspansi produk pangan Nusantara membutuhkan dukungan teknologi. Teknologi pangan dan mesin, terutama untuk pengawetan dan pengemasan, menjadi penting agar produk memiliki daya simpan serta kualitas yang sesuai untuk pasar ekspor.

Penguatan kapasitas pelaku usaha juga tak kalah penting. Menurut Vera, UMKM pemasok F&B perlu meningkatkan kemampuan kewirausahaan agar tidak berhenti sebagai usaha berskala kecil, tetapi mampu tumbuh menjadi bisnis yang berkelanjutan.

Dengan pasar domestik yang besar dan pertumbuhan industri yang tetap kuat, tantangan berikutnya bukan sekadar meningkatkan produksi. Menurutnya, pemasok lokal perlu naik kelas dengan memperbaiki kualitas, memperkuat teknologi, membangun kemasan yang kompetitif, dan mengemas kekayaan kuliner Nusantara menjadi produk yang siap dipasarkan di pasar regional.

Melihat kondisi tersebut, PT Huamo Exhibition Indonesia kini mempersiapkan penyelengaraan MoreFood Expo 2027, pameran industri makanan dan minuman dijadwalkan digelar pada 8–11 April 2027 di JIEXPO Kemayoran.

Baca Juga: Cukai Minuman Manis Berlaku 2027, Gapmmi Wanti-Wanti Penjualan Mamin Tertekan

Dengan area lebih luas dari 2026, MoreFood Expo 2027 telah mencatat lebih dari 200 exhibitor lokal dan internasional. Pameran ini akan mempertemukan pelaku F&B dari Indonesia, China, Thailand, India, dan sejumlah negara lainnya. Ajang ini akan dihadirkan menggunakan konsep zona berdasarkan kategori industri untuk memudahkan buyer menemukan pemasok yang sesuai.

Selain pameran, MoreFood 2027 menghadirkan Industry Summit dan MatchMaking Meeting untuk mempertemukan buyer dan exhibitor secara terarah. “Konsep ini menekankan kualitas pertemuan bisnis dan peluang transaksi, bukan sekadar jumlah pengunjung,” kata  Carrie Wang, General Manager PT Huamo Exhibition Indonesia.

Menurut Dini Zainuddin, kebutuhan sektor jasa boga terhadap pemasok andal dan inovasi dapur terus meningkat seiring berkembangnya layanan katering untuk korporasi, acara, hingga program pemerintah.

Ia bilang, pelaku jasa boga membutuhkan bahan baku, peralatan, dan teknologi untuk menjaga kualitas, efisiensi, serta konsistensi produksi dalam volume besar. Karena itu, pameran seperti MoreFood menjadi ruang penting untuk mempertemukan pengusaha dengan pemasok.

Sementara itu, Vera memandang bahwa pertemuan dengan buyer dan mitra internasional akan membuka peluang bagi pemasok lokal untuk memahami standar global dan membangun kerja sama baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News