KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemberdayaan ekonomi kelompok rentan semakin menjadi perhatian berbagai lembaga sosial dan keuangan. Hal itu seiring masih terbatasnya akses pekerjaan formal bagi penyandang disabilitas. Di Indonesia, kelompok tersebut kerap menghadapi tantangan berlapis. .Mulai dari stigma sosial hingga keterbatasan akses pelatihan dan permodalan. Kondisi tersebut mendorong lahirnya berbagai inisiatif inklusif yang tidak hanya berorientasi bantuan, tetapi juga penguatan kapasitas agar mereka dapat mandiri secara ekonomi. BSI Maslahat menjalankan program pemberdayaan bagi penyandang disabilitas. Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas partisipasi kelompok disabilitas dalam sektor usaha mikro melalui pendekatan pendampingan dan dukungan modal.
Upaya Perluas Akses Ekonomi, Lembaga Sosial Bidik Pelaku Usaha Disabilitas
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemberdayaan ekonomi kelompok rentan semakin menjadi perhatian berbagai lembaga sosial dan keuangan. Hal itu seiring masih terbatasnya akses pekerjaan formal bagi penyandang disabilitas. Di Indonesia, kelompok tersebut kerap menghadapi tantangan berlapis. .Mulai dari stigma sosial hingga keterbatasan akses pelatihan dan permodalan. Kondisi tersebut mendorong lahirnya berbagai inisiatif inklusif yang tidak hanya berorientasi bantuan, tetapi juga penguatan kapasitas agar mereka dapat mandiri secara ekonomi. BSI Maslahat menjalankan program pemberdayaan bagi penyandang disabilitas. Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas partisipasi kelompok disabilitas dalam sektor usaha mikro melalui pendekatan pendampingan dan dukungan modal.