Upaya Tomoro Coffee Berkiprah di Kedai Kopi Lewat Kopi Sehat



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Usaha kedai kopi hingga kini masih terus eksis. Malah, para pemain anyar semakin bertebaran di setiap sudut perumahan hingga pusat bisnis. Salah satunya adalah Tomoro Coffee, jaringan kedai kopi yang baru meluncur Agustus tahun ini.

Menurut Deri Jindhar, Public Relation and Influencer Marketing Manager Tomoro Coffee sebelum memulai usaha, pihaknya  harus mempersiapkan terlebih dahulu racikan menu minuman kopi sekitar satu bulan lamanya.

Ini untuk bisa menciptakan racikan kopi yang khas dan berbeda dengan kedai kopi yang sudah eksis. Jenis kopi yang dipilih adalah kopi arabika. Ini adalah jenis kopi yang kerap menjadi pilihan utama bagi para pebisnis kedai kopi. 


Setelah mendapat pilihan jenis kopi, Tomoro Coffee mencoba membuat racikan minuman kopi yang berbeda dari kedai kopi lainnya.

Kebetulan, tren gaya hidup sehat makin booming saat ini setelah adanya pandemi Covid-19. Untuk itu, Tomoro Coffee menawarkan racikan minuman kopi yang memperhatikan unsur kesehatan. 

Misalnya, memakai susu oat yang mengandung lemak jenuh lebih rendah dibanding susu kebanyakan yang disinyalir baik bagi kesehatan jantung.

Selain susu oat, racikan kopi dari Tomoro Coffee juga memakai madu manuka yang mengandung probiotik yang diperlukan bagi kesehatan usus. Kemudian ada juga tambahan bahan hojicha atau teh hijau. 

Baca Juga: Dewoz Art Meraup Fulus dari Bisnis Kafe

Akhirnya dari adanya tambahan bahan peracik kopi tersebut, Tomoro Coffee bisa menyajikan menu kopi dengan label oat latte dan hojika latte. Deri mengklaim, kedua jenis minuman berbasis kopi tersebut bermanfaat bagi kesehatan yang mengkonsumsinya.

Tak dinyana, hasil racikan menu kopi tersebut ternyata mendapat respon positif konsumen. Deri mengklaim, penjualan Tomoro Coffee tumbuh pesat.

Saat ini saja, ia mengklaim rata-rata penjualan di setiap kedai Tomoro Coffee bisa mencapai 700 cup – 800 cup per harinya. Adapun saat ini Tomoro Coffee sudah mempunyai 13 kedai yang tersebar di wilayah Jabodetabek.

Pencapaian positif tersebut, menurut Deri tidak terlepas dari program promosi dan pemasaran yang gencar dilakukan manejemen Tomoro Coffee. Kedai kopi ini sudah pasti memanfaatkan pemasaran digital yang sudah dilakukan oleh pebisnis kedai kopi lainnya, terutama yang sudah mempunyai jaringan luas. 

Tidak hanya itu, Tomoro Coffee juga membuat aplikasi sendiri untuk bisa menggaet lebih banyak pasar. Di aplikasi tersebut Tomoro Coffee memberi banyak tawaran promosi. 

"Misalnya kami ada promo gratis ongkir untuk radius hingga 500 meter," kata Deri belum lama ini.

Dengan upaya ini, Deri optimistis Tomoro Coffee bisa bersaing dengan kedai kopi lainnya. Malah, Tomoro Coffee akan terus ekspansi dengan menambah hingga 30 kedai kopi anyar lagi di sekitar Jabodetabek.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Markus Sumartomjon