KONTAN.CO.ID - Ketegangan di kawasan Teluk Persia meningkat sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran pada 28 Februari 2026. Konflik tersebut berdampak langsung pada lalu lintas pelayaran global, khususnya di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi energi dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak dunia biasanya melewati jalur sempit ini. Di tengah konflik, Amerika Serikat memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran.
Sementara itu, Iran sempat mencabut lalu kembali menerapkan pembatasan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Kondisi ini membuat pergerakan kapal tanker menjadi sorotan internasional. Sejumlah kapal tanker non-Iran dilaporkan dapat melintasi Selat Hormuz dengan berbagai tujuan, mulai dari Asia hingga Eropa dan Afrika.
Kapal yang melintasi Selat Hormuz
Menurut laporan Reuters pada Rabu (29/4/2026), data pelacakan pelayaran dari LSEG dan Kpler menunjukkan pergerakan kapal di Selat Hormuz masih berlangsung, meskipun dengan risiko tinggi. Berikut daftar kapal tanker yang tercatat melintasi Selat Hormuz sejak awal perang, berdasarkan negara tujuan kargo: Jepang Kapal tanker berbendera Panama, Idemitsu Maru, mengangkut 2 juta barel minyak dari Arab Saudi. Kapal ini melintasi Selat Hormuz pada 28 April dan menuju Nagoya, Jepang. Ini menjadi tanker pertama yang terkait Jepang yang melintas sejak perang dimulai. Indonesia Kapal tanker berbendera Panama, Crave, membawa muatan liquefied petroleum gas (LPG) dari Uni Emirat Arab dan sedang dalam perjalanan menuju Indonesia. Mozambik Kapal tanker Akti A mengangkut diesel dari Bahrain dan menuju Mozambik. Korea Selatan Kapal tanker berbendera Liberia, Navig8 Macallister, membawa sekitar 500.000 barel nafta dari Uni Emirat Arab menuju Ulsan. Selain itu, kapal tanker lain juga tercatat menuju kilang Hyundai Oilbank di Korea Selatan setelah melintasi Selat Hormuz. Kapal berbendera Malta, Odessa, melintasi selat pada 13 April, meskipun lokasi pemuatan minyaknya tidak diketahui. Taiwan Kapal tanker raksasa (VLCC) berbendera Liberia, Fpmc C Lord, membawa sekitar 2 juta barel minyak mentah dari Arab Saudi menuju Pelabuhan Mailiao. Sri Lanka Kapal berbendera India, Desh Garima, mengangkut sekitar 780.000 barel minyak mentah jenis Das dari Uni Emirat Arab menuju Sri Lanka. Uni Emirat Arab Kapal Ruby mengangkut pupuk dari Qatar menuju Uni Emirat Arab. Italia Kapal kargo Merry M membawa petroleum coke dari Arab Saudi menuju Ravenna, Italia. Thailand Kapal tanker Athina yang memuat nafta dari Bahrain melintasi selat pada 18 April dan menuju Thailand. Selain itu, sebuah kapal tanker milik perusahaan energi Thailand, Bangchak Corporation, dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman setelah koordinasi diplomatik dengan Iran, tanpa harus membayar biaya untuk melewati blokade. Kapal tanker Pola juga tercatat mengirimkan 1 juta barel minyak mentah jenis Khafji ke Thailand dan Singapura. China Kapal LPG Raine menuju China setelah melintasi selat pada 18 April. Dua kapal tanker raksasa berbendera China, Cospearl Lake dan He Rong Hai, keluar dari Selat Hormuz pada 11 April. Cospearl Lake membawa minyak Irak menuju pelabuhan Zhoushan, sementara He Rong Hai menuju Myanmar untuk membongkar minyak dari Arab Saudi. Kapal Dhalkut juga menuju Myanmar untuk pengiriman minyak Saudi, yang biasanya diproses di kilang Yunnan milik PetroChina. Pemerintah China menyebut tiga kapal mereka berhasil melintasi Selat Hormuz setelah koordinasi dengan pihak terkait. India Kapal LPG Artman melintasi selat pada 18 April menuju India. Sejumlah kapal tanker besar lainnya juga mengirimkan minyak ke India, termasuk Habrut yang membawa minyak Abu Dhabi ke Paradip, serta Marathi yang mengirim minyak Saudi ke pelabuhan Sikka. Kapal tanker Smyrni dan Shenlong masing-masing mengangkut sekitar 1 juta barel minyak Saudi ke Mumbai. Beberapa kapal lain seperti Msg dan Navara mengangkut bahan bakar minyak ke pelabuhan India. Selain itu, sejumlah kapal LPG juga berhasil melintasi selat dan memasok gas ke India. Vietnam Kapal tanker raksasa Agios Fanourios I masuk ke kawasan Teluk melalui Selat Hormuz pada 15 April dalam upaya kedua, dan akan memuat minyak dari Irak untuk dikirim ke Vietnam. Malaysia Kapal tanker Serifos membawa minyak dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab menuju Pelabuhan Malaka. Sementara itu, Ocean Thunder mengangkut 1 juta barel minyak Basrah Heavy dari Irak menuju Pengerang. Kedua kapal ini termasuk dalam tujuh kapal terkait Malaysia yang mendapat izin Iran untuk melintasi selat. Pakistan
Dua kapal tanker berbendera Pakistan masuk ke kawasan Teluk pada 12 April. Shalamar menuju Uni Emirat Arab untuk memuat minyak, sementara Khairpur menuju Kuwait untuk mengambil produk olahan. Kapal tanker P. Aliki juga tercatat mengirim minyak Saudi ke Karachi pada akhir Maret. Pergerakan kapal-kapal ini menunjukkan bahwa meskipipun konflik memanas, distribusi energi global melalui Selat Hormuz masih terus berlangsung, meski tak sebanyak dulu dan di bawah bayang-bayang risiko geopolitik yang tinggi.
Sumber: https://www.kompas.com/tren/read/2026/04/30/151500065/update-daftar-kapal-tanker-yang-tembus-selat-hormuz-ada-1-menuju-ri?page=all#page1