UPDATE-Dolar AS Melemah di Tengah Optimisme Kesepakatan Pembukaan Selat Hormuz



KONTAN.CO.ID - Dolar AS melemah terhadap sejumlah mata uang utama pada perdagangan Senin (25/5/2026), seiring meningkatnya optimisme kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz yang menekan harga minyak dunia di bawah US$100 per barel.

Di sisi lain, Amerika Serikat dan Iran masih meredam ekspektasi tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat.

Baca Juga: Nikkei Cetak Rekor di 65.000, Optimisme Damai Iran Bawa Lonjakan Saham Jepang


Selain faktor geopolitik, pasar global juga bergerak dalam kondisi likuiditas tipis karena sejumlah bursa utama, termasuk di Amerika Serikat, Hong Kong, Inggris, dan sebagian besar Eropa, tutup karena hari libur.

Melansir Reuters, terhadap yen Jepang, dolar AS melemah 0,2% menjadi 158,94 yen. Euro naik 0,31% ke posisi US$1,11639, sementara pound sterling menguat 0,42% ke US$1,34865.

Dolar Australia menguat 0,5% menjadi US$0,7162, sedangkan dolar Selandia Baru naik 0,37% ke US$0,58685. Indeks dolar AS juga turun sekitar 0,2% ke level 99,059.

Baca Juga: Bank Sentral Singapura Gandeng Industri, Permudah Aplikasi Rekening Bank Swasta

Di tengah proses diplomasi untuk mencari solusi atas konflik Iran, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa hanya ada dua kemungkinan hasil: kesepakatan yang baik atau langkah lain dari Washington terhadap Iran.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyebut bahwa banyak isu dalam pembahasan kerangka kesepakatan telah mencapai titik temu, meski belum berarti kesepakatan final akan segera tercapai.

Di pasar energi, harga minyak kembali tertekan. Brent turun 4,5% menjadi US$98,9 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 4,4% ke US$88,98 per barel.

Sentimen pasar dipengaruhi oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut pada Sabtu bahwa kerangka kesepakatan damai dengan Iran telah “hampir rampung” dan mendapat kemajuan dari mediator di Pakistan.

Baca Juga: Tiga Kapal Tanker Timur Tengah Keluar dari Selat Hormuz Menuju Pakistan dan China

Namun sehari kemudian, Trump menegaskan bahwa blokade AS terhadap kapal Iran di Selat Hormuz akan tetap berlaku hingga kesepakatan final ditandatangani.

“Pasar sudah terbiasa bersabar terhadap terobosan nyata, tetapi skenario dasar tetap mengarah pada tercapainya kesepakatan. Berita akhir pekan memberikan keyakinan tambahan, meski waktu pastinya masih belum jelas,” ujar Chris Weston, Head of Research Pepperstone Group Ltd di Melbourne.

Ia menambahkan, jika harga Brent turun menuju US$90, maka aset berisiko berpotensi kembali menguat karena ekspektasi inflasi jangka pendek menurun dan spekulasi kenaikan suku bunga di masa depan ikut mereda.

Dari kawasan Eropa, pembuat kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) Yiannis Stournaras mengatakan bahwa jika inflasi zona euro melampaui target secara sementara namun signifikan, maka kebijakan moneter perlu disesuaikan ke arah yang lebih ketat secara hati-hati.

Baca Juga: Tokoh Pendiri 7-Eleven Toshifumi Suzuki Wafat pada Usia 93 Tahun

Pelaku pasar kini menantikan sejumlah data penting pekan ini, termasuk laporan ketenagakerjaan ADP Amerika Serikat pada Selasa serta survei kepercayaan konsumen zona euro pada Kamis.

Di pasar aset digital, bitcoin naik 0,9% menjadi US$77.307,01, sementara ether menguat 1% ke US$2.111,44.