KONTAN.CO.ID - Harga emas menguat seiring dengan kenaikan aset berisiko pada perdagangan Rabu (22/4/2026), setelah meredanya tekanan pasar menyusul perpanjangan gencatan senjata Iran oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Melansir
Reuters, harga emas spot naik 0,9% ke level US$ 4.756,10 per ons troi pada pukul 09.53 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni menguat 1,2% menjadi US$ 4.774,60 per ons troi.
Baca Juga: Minyak Rusia ke Eropa Bakal Normal Lagi, Kesepakatan Pinjaman Eropa Ikut Terdampak Analis komoditas WisdomTree Nitesh Shah mengatakan bahwa emas saat ini bergerak seiring dengan aset berisiko lainnya. “Emas tampaknya reli bersama hampir semua aset berisiko. Ketika aset lain tertekan, emas sempat mengalami likuidasi. Namun saat tekanan likuidasi mereda, emas mendapat ruang untuk naik,” ujarnya. Di saat yang sama, bursa saham global menguat dan dolar AS melemah. Harga minyak masih bertahan di bawah US$ 100 per barel, meskipun arus pengiriman energi global tetap terganggu akibat penutupan Selat Hormuz. Trump menyatakan akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu guna memberi ruang bagi kelanjutan perundingan damai.
Baca Juga: Moody’s Turunkan Outlook Selandia Baru Jadi Negatif, Risiko Fiskal Meningkat Namun, belum ada kepastian apakah Iran maupun sekutu AS, Israel, akan menyetujui perpanjangan tersebut. Selain itu, Trump menegaskan bahwa Angkatan Laut AS akan tetap melanjutkan blokade terhadap perdagangan laut Iran, yang oleh Teheran dianggap sebagai tindakan perang. Kenaikan harga energi berpotensi mendorong inflasi lebih tinggi. Meski emas dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang tinggi justru membuat aset berbasis imbal hasil lebih menarik, sehingga dapat membatasi kenaikan harga emas. Calon Ketua The Fed Kevin Warsh menyatakan bahwa dirinya tidak menjanjikan pemangkasan suku bunga kepada Trump. Ia menegaskan akan menjaga independensi bank sentral jika dikonfirmasi menjabat.
Baca Juga: Uni Eropa Siapkan Paket Kebijakan Redam Lonjakan Harga Energi akibat Perang Iran Sementara itu, analis UBS, Giovanni Staunovo, memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga The Fed dalam 12 bulan ke depan masih terbuka. “Kami tetap mempertahankan pandangan positif terhadap emas, dengan target akhir tahun di level US$ 5.900 per ons, didorong oleh penurunan suku bunga dan pelemahan dolar AS,” jelasnya. Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot naik 1,6% menjadi US$ 77,94 per ons troi. Platinum juga menguat 1,6% ke US$ 2.069,94, sementara paladium melonjak 2,3% ke US$ 1.568,30 per ons troi.