UPDATE - Harga Emas Dunia Stabil di US$4.540 Senin (18/5), Dip Buying Mulai Masuk



KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia bergerak stabil pada perdagangan Senin (18/5/2026) setelah aksi beli saat harga turun (dip-buying) membantu pasar pulih dari pelemahan tajam sebelumnya.

Sebelumnya, harga emas sempat menyentuh level terendah lebih dari satu bulan akibat kenaikan harga minyak yang memicu kekhawatiran inflasi dan prospek suku bunga tinggi lebih lama.

Baca Juga: China Komitmen Beli Produk Pertanian AS Senilai US$ 17 Miliar hingga 2028


Melansir Reuters, harga emas spot tercatat stabil di level US$4.540,36 per ons pada pukul 02.41 GMT, setelah sebelumnya menyentuh titik terendah sejak 30 Maret.

Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni turun 0,4% menjadi US$4.543,70 per ons.

Analis pasar senior OANDA Kelvin Wong mengatakan, penguatan emas saat ini dipicu aksi ambil untung pelaku pasar setelah tekanan jual sebelumnya.

“Kami melihat adanya pantulan harga karena aksi profit taking, mengingat emas masih bergerak dalam pola sideways yang cukup kompleks,” ujar Wong.

Sebelumnya, harga emas tertekan setelah ketegangan di Timur Tengah mendorong harga minyak dunia naik tajam sehingga meningkatkan kekhawatiran inflasi global.

Kondisi tersebut memicu ekspektasi bahwa bank sentral, terutama Federal Reserve (The Fed), akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Baca Juga: Bursa Asia Berguguran Senin (18/5), Harga Minyak dan Obligasi Global Kompak Melonjak

Ketegangan meningkat setelah serangan drone menyebabkan kebakaran di pembangkit listrik tenaga nuklir di Uni Emirat Arab (UEA).

Di sisi lain, Arab Saudi melaporkan berhasil mencegat tiga drone, sementara Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran agar segera mengambil langkah cepat setelah upaya mengakhiri perang AS-Israel tampak menemui jalan buntu.

Harga minyak dunia pun melanjutkan kenaikan hingga mencapai level tertinggi dua pekan pada Senin.

Lonjakan harga energi memicu kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi. Dalam kondisi inflasi meningkat, bank sentral biasanya menaikkan suku bunga, yang pada akhirnya mengurangi daya tarik emas karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed sebelum akhir tahun mencapai 50%.

Pelaku pasar saat ini menunggu risalah rapat The Fed bulan April yang dijadwalkan dirilis pekan ini untuk mencari petunjuk arah kebijakan moneter AS selanjutnya.

Baca Juga: Data April Mengecewakan, Mesin Ekonomi China Mulai Kehabisan Momentum

Sementara itu, pemerintah India resmi membatasi impor perak dalam hampir seluruh bentuk mulai berlaku segera.

Kebijakan tersebut diambil untuk menekan arus impor dan membantu menopang nilai tukar rupee.

Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot turun 0,8% menjadi US$75,38 per ons troi. Platinum melemah 0,1% ke US$1.972,10 per ons troi, sedangkan paladium turun 1,3% menjadi US$1.394,75 per ons troi.