UPDATE-Harga Emas Jatuh ke Level Terendah 2 Bulan Kamis (28/5), AS-Iran Memanas



KONTAN.CO.ID - Harga emas turun ke level terendah dalam dua bulan pada perdagangan Kamis (28/5/2026). Setelah serangan terbaru Amerika Serikat terhadap Iran mendorong penguatan dolar AS dan kenaikan harga minyak, sehingga memicu kekhawatiran inflasi dan memperburuk prospek suku bunga.

Melansir Reuters, harga emas spot tercatat turun 1,8% menjadi US$4.375,78 per ons troi pada pukul 06.11 GMT, setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak 26 Maret.

Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni melemah 1,6% menjadi US$4.373,90 per ons troi.


Baca Juga: Harga Tembaga Sentuh Level Terendah Sepekan akibat Memanasnya Konflik Timur Tengah

Penguatan dolar AS ke level tertinggi dalam satu pekan membuat emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

“Ketegangan geopolitik masih sangat tinggi, dan terlalu banyak sinyal palsu dari pembicaraan damai. Saya pikir dolar AS akan tetap kuat dan itu berarti harga emas kemungkinan masih berada di bawah tekanan,” ujar analis senior StoneX, Matt Simpson.

Ketegangan kembali meningkat setelah militer AS melancarkan serangan baru di Iran yang menargetkan lokasi militer yang dianggap mengancam pasukan Amerika dan jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz.

Serangan tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Donald Trump membantah laporan Iran mengenai kesepakatan untuk memulihkan lalu lintas pelayaran di jalur strategis tersebut.

Baca Juga: UPDATE-Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Sepekan di Tengah Memanasnya Konflik Teluk

Harga minyak mentah melonjak lebih dari 3% setelah Garda Revolusi Iran menyatakan pihaknya menargetkan pangkalan udara AS sebagai respons atas serangan Amerika.

Kenaikan harga minyak berpotensi mempercepat inflasi dan membuat suku bunga tetap tinggi lebih lama.

Meski emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga biasanya justru menekan logam mulia tersebut karena emas tidak memberikan imbal hasil.

Gubernur Federal Reserve Lisa Cook pada Rabu mengatakan bank sentral AS sebaiknya mempertahankan suku bunga jangka pendek tetap stabil untuk sementara waktu.

Baca Juga: JSR Dikabarkan Masuk Radar Akuisisi Fujifilm dan Mitsubishi Chemical

Namun, ia menegaskan The Fed siap menaikkan suku bunga jika diperlukan, terutama di tengah dampak tarif perdagangan, perang Iran, dan lonjakan investasi berbasis kecerdasan buatan yang berpotensi mendorong kenaikan harga.

Pelaku pasar kini juga menantikan data Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat yang akan dirilis kemudian hari sebagai petunjuk arah kebijakan moneter The Fed selanjutnya.

Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot turun 2,6% menjadi US$72,70 per ons troi, sementara platinum melemah 1,7% ke level US$1.884,83 per ons troi.

Keduanya sebelumnya sempat menyentuh level terendah dalam hampir satu bulan.

Palladium juga turun 2% menjadi US$1.362,70 per ons troi.