UPDATE Harga Emas Rabu (8/4): Naik ke Level Tertinggi Hampir Tiga Minggu



KONTAN.CO.ID - Harga emas naik ke level tertinggi hampir tiga minggu pada Rabu (8/4/2026), setelah pasar menilai ulang risiko jangka pendek usai Presiden AS Donald Trump menyetujui penundaan serangan dan pengeboman terhadap Iran selama dua minggu, sehingga meredakan kekhawatiran inflasi akibat lonjakan energi.

Melansir Reuters, harga emas spot naik 2,5% menjadi US$4.819,52 per ons troi pada pukul 07.26 GMT. Sebelumnya, emas sempat melonjak lebih dari 3% ke level tertinggi sejak 19 Maret.

Baca Juga: India Bersiap Terima Impor Minyak Iran Perdana dalam 7 Tahun


Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni naik 3,4% menjadi US$4.845,30 per ons troi.

Trump mengatakan Washington telah menyetujui jeda serangan selama dua minggu dan menerima proposal 10 poin dari Iran yang dinilainya sebagai dasar negosiasi yang “layak”.

Pernyataan ini muncul setelah sebelumnya Trump memperingatkan bahwa Teheran harus membuka kembali Selat Hormuz atau menghadapi serangan balasan terhadap infrastruktur sipilnya.

“Pelaku pasar awalnya memperkirakan eskalasi sangat mungkin terjadi, namun pengumuman gencatan senjata dua minggu mengubah ekspektasi tersebut dan berdampak positif bagi emas,” kata Nicholas Frappell, Global Head of Institutional Markets di ABC Refinery.

Baca Juga: Iran-AS Gencatan Senjata: Harga Minyak Anjlok, Saham Melonjak

Dewan Keamanan Tertinggi Iran menyatakan negosiasi dengan Amerika Serikat akan dimulai pada 10 April di Islamabad, setelah proposal disampaikan melalui Pakistan. Meski demikian, pembicaraan tersebut tidak menandakan berakhirnya perang.

Di sisi lain, kenaikan harga energi berpotensi mendorong inflasi dan mempersulit kebijakan suku bunga bank sentral.

Meski emas dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian, daya tariknya cenderung melemah dalam lingkungan suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil.

Pasar kini menanti risalah rapat Federal Reserve bulan Maret yang dijadwalkan dirilis hari ini.

Sepanjang tahun ini, emas sebenarnya sempat menguat, namun telah turun lebih dari 8% sejak konflik Iran pecah pada 28 Februari.

Baca Juga: Bank Sentral India Menahan Suku Bunga, Krisis Timur Tengah Menekan Prospek Ekonomi

“Ini adalah reli cepat akibat sentimen positif sesaat dan masih harus dilihat apakah Iran akan mematuhi kesepakatan. Level US$4.930 (rata-rata 200 hari) dan US$5.000 menjadi resistensi penting bagi emas. Untuk perak, level US$80–81 juga krusial,” ujar pedagang logam independen Tai Wong.

Di pasar logam lainnya, harga perak spot melonjak 5,8% menjadi US$77,16 per ons, platinum naik 4% ke US$2.036,30, dan paladium menguat 4,6% ke US$1.537,75.