UPDATE: Listrik Bandara Mati, Maskapai Berpotensi Rugi



JAKARTA. Matinya listrik di terminal I, II dan III Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng sejak pukul 05.00 WIB tadi pagi diprotes oleh banyak maskapai penerbangan. Listrik yang byar pet mengakibatkan terlantarnya penumpang maskapai karena counter check in, dan sistem x-ray terganggu.Corporate Communication Manager Sriwijaya Air Ruth Hanna Simatupang menuturkan, akibat mati listrik seluruh komputerisasi counter check-in Sriwijaya Air mati total."Akibatnya proses layanan check in jadi terganggu. Kami kesulitan mendata penumpang dan mau tidak mau harus pakai cara manual," kata Ruth, Jum'at (6/8).Menurut Ruth seharusnya layanan check-in hanya memakan waktu 2-3 menit menggunakan sistem online. Namun dengan menggunakan cara manual butuhwaktu 5-7 menit per penumpang. "Kami berpotensi kehilangan pendapatan puluhan miliar. Dengan asumsi 175 penerbangan per hari dikalikan rata-rata 140 penumpang per pesawat dan dikalikan Rp 700.000 per penumpang," jelasnya.Belum lagi, Sriwijaya harus memberikan kompensasi kepada penumpang yang pesawatnya tertunda terbang berupa makanan dan minuman.Hal senada diungkapkan Direktur Umum Lion Air Edward Sirait. Pria yang akrab disapa Edo itu mengaku kecewa atas pemadaman listrik di Bandara terbesar di Indonesia tersebut."Aneh lah, masak bandara internasional tidak memiliki back-up untuk ketersediaan pasokan listrik yang memadai di setiap situasi," keluhnya.Edo menyebut Rp 10 miliar sebagai potensi kerugian maskapainya akibat kejadian tersebut. Karena Lion memiliki jadwal 120 penerbangan hari ini yang dilayani dari Bandara Soekarno-Hatta.Namun, Corporate Secretary PT Angkasa Pura II Sudaryanto langsung menjelaskan, saat listrik padam pihaknya langsung menggunakan genset untuk mengembalikan layanan seperti semula."Sampai saat ini petugas instalasi listrik bandara sedang mengecek ruangan kontrol listrik. Kami sedang menunggu hasil pengecekan untuk mengetahui penyebabnya, tapi selama ini instalasi listrik bandara belum pernah rusak karena memang standar internasional," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT PLN (Persero) Dahlan Iskan menyatakan, pasokan listrik dari PLN ke Bandara Soekarno Hatta tidak bermasalah. Ia menghitung, suplai setrum PLN untuk bandara terbilang aman, sekitar 15 megawatt (MW).

"Itu masalah jaringan milik bandara, jadi tidak ada masalah dari pihak PLN," tegas Dahlan. Dengan adanya kerusakan instalasi listrik di bandara ini, PLN telah menyambangi bandara untuk memperbaikinya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: