Update Pasca Bencana Aceh, BNPB Klaim 13 Titik Ruas Jalan Nasional Sudah Berfungsi



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan hasil perbaikan jalan nasional dan jembatan yang telah tercapai per Kamis (1/1/2025). BNPB mengklaim konektivitas antar wilayah kini mulai kembali normal.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengungkapkan sebanyak 13 titik ruas jalan nasional kini sudah berfungsi. Menurut dia, ini memenuhi target awal yang dipatok Kementerian Pekerjaan Umum pada akhir Desember 2025 lalu.

"Target pemulihan akses jalan nasional tercapai. Dengan pulihnya jalur utama di lintas timur, tengah, dan barat, akan mempercepat pemulihan sektor energi, kelistrikan, dan komunikasi di daerah yang sebelumnya sulit dijangkau," ujarnya dalam rilis resmi, Kamis (1/1/2026).


Baca Juga: BPKH Pastikan Dana Pengembalian Haji Khusus 1447 H Aman dan Likuid

Abdul merinci, akses penghubung strategis seperti Bireuen-Bener Meriah hingga akses Pidie ke Takengon sudah terhubung. Meskipun beberapa titik masih dalam proses perbaikan permanen, pemerintah menyediakan jalur alternatif melalui jembatan fungsional agar arus logistik dan mobilitas warga tidak terputus.

Terkait infrastruktur jembatan, BNPB mencatat 16 jembatan yang sebelumnya rusak telah 100% diselesaikan pengerjaannya secara fungsional. Sementara itu, pengerjaan titik longsoran juga sudah hampir tuntas. Dari total 361 titik longsor yang terdata, sebanyak 360 titik atau 99,72% telah berhasil dibersihkan.

Pulihnya akses darat ini menjadi kunci bagi percepatan pemulihan sektor ekonomi dan energi. Pemerintah kini membidik target ambisius agar distribusi energi ke wilayah terdampak bisa normal kembali dalam waktu dekat.

"Pemerintah mengharapkan pemulihan sektor energi dapat tercapai pada pertengahan Januari ini," tegasnya.

Kendati demikian, BNPB memberikan catatan terkait ancaman cuaca ekstrem yang masih mengintai. Abdul memperingatkan bahwa daya tampung saluran air dan drainase primer belum pulih sepenuhnya, sehingga risiko luapan air masih tinggi jika hujan lebat kembali turun.

Untuk memitigasi risiko tersebut, BNPB terus melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna mendukung proses normalisasi sungai di beberapa titik. Langkah ini penting agar hasil perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan yang sudah dikerjakan tidak rusak kembali akibat faktor cuaca.

Baca Juga: KUHP Baru Berlaku, Demo Tanpa Pemberitahuan Terancam Pidana Enam Bulan

"Perlu perhatian bersama agar perbaikan infrastruktur yang sudah selesai tidak terganggu lagi. Jika terjadi hujan intensitas tinggi, ini dapat menyebabkan luapan air yang berdampak pada hasil pekerjaan jalan dan jembatan," tutur dia.

Selanjutnya: RKAB 2026 Belum Terbit, INCO Hentikan Operasional di Seluruh Wilayah IUPK

Menarik Dibaca: Lanjut Ngacir, Story (IP) Bertahan di Puncak Kripto Top Gainers 24 Jam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News