Update Progres PLTN, Pemerintah Tengah Identifikasi Lokasi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan proses lelang atau tender proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) baru akan di mulai usai penetapan lokasi tapak.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengungkapkan, pemerintah menyerahkan pelaksanaan tender proyek PLTN kepada PT PLN (Persero) setelah penetapan lokasi tersebut rampung.

“Nanti dari tapak yang sudah ditetapkan, nanti PLN itu akan melakukan tender (lelang) untuk pelaksanaan itu,” ujarnya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (22/10/2026).


Baca Juga: Pasar Produk Ibu dan Anak Kian Memikat, Persaingan Kian Ketat

Yuliot membeberkan, pemerintah telah mengidentifikasi sebanyak 28 lokasi tapak yang berpotensi menjadi titik pengembangan PLTN di Indonesia. Di samping itu, pengkajian juga terus dilakukan terhadap opsi lokasi tambahan, termasuk peluang penggunaan teknologi PLTN terapung (floating nuclear power plant).

Selain persiapan lahan, Yuliot menyebut, ada direktorat di Kementerian ESDM yang bakal bertanggung jawab untuk pemanfaatan energi tersebut.

Yuliot menambahkan, percepatan persiapan infrastruktur nuklir ini dinilai mendesak mengingat durasi pembangunan satu unit PLTN memerlukan waktu sekitar tujuh hingga sepuluh tahun.

"Pembangunan PLTN itu kan membutuhkan waktu 7-10 tahun. Kalau ini (ditargetkan) tahun 2034, ya dari sekarang kita juga sudah harus menyiapkan tapak untuk PLTN itu," tambahnya.

Adapun pengembangan PLTN telah diselaraskan dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 40/2025 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN). Dalam peta jalan tersebut, Indonesia menargetkan pengoperasian PLTN berkapasitas 500 MW pada 2032 hingga bertahap mencapai 54 GW pada 2060.

Baca Juga: Buka Peluang Ekspansi, Komodo Water Bangun Inovasi Energi Biru Terbarukan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News