KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penelitian tentang obat corona terus berlanjut. Tak hanya berusaha menemukan obat baru, obat-obat yang sudah ada pun diteliti kembali untuk melihat potensi menyembuhkan penyakit corona. Penelitian terbaru menunjukkan, sebanyak 21 obat teridentifikasi dapat melawan serangan virus corona. Baca Juga: Ampuh! Inilah cara menghilangkan sakit gigi dalam 5 menit Diberitakan Health24 (m.health24.com) pada akhir Juni lalu, obat Remdesivir disebut berpotensi mencegah kematian akibat virus corona. Remdesivir adalah obat antivirus yang dikembangkan oleh Gilead. Obat antivirus ini gagal menyembuhkan penyakit Ebola, tapi dapat menunjukkan hasil di uji klinis melawan SARS dan MERS.
Munculnya virus corona membuat Gilead kembali menguji kemampuan Remdesivir untuk melawan virus mematikan itu. Hasilnya, European Authorities Endorsement menyatakan Rendesivir sebagai obat corona pertama di Benua Eropa. Seiring berjalannya waktu, penelitian lain tentang obat corona tetap dilakukan. Masih dari laman yang sama, Health24 mengatakan bahwa sebuah tim penelitian yang dipimpin oleh seorang profesor dari Sanford Burnham Prebys Medical Discovery Institute, Sumit Chanda, mengidentifikasi 21 obat yang dapat menghentikan virus corona.