UPS Proyeksi Kenaikan Pendapatan Tahunan Berkat Fokus Pengiriman Bernilai Tinggi



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. United Parcel Service (UPS) pada Selasa (27/1/2026) melaporkan kinerja kuartalan yang melampaui ekspektasi Wall Street pada periode liburan. Ini memberikan proyeksi kenaikan pendapatan tahunan yang di luar perkiraan pasar. 

Kinerja positif ini didorong oleh strategi perusahaan yang beralih ke pengiriman dengan margin keuntungan lebih tinggi.

Pada Januari tahun lalu, UPS mengumumkan percepatan rencana untuk memangkas jutaan pengiriman dengan profit rendah dari Amazon.com, pelanggan terbesarnya sekaligus pesaing yang kian agresif di bisnis pengiriman. UPS kala itu menyebut bisnis tersebut sangat menekan margin keuntungan.


Baca Juga: UPS Manfaatkan AI untuk Deteksi Barang Palsu di Tengah Lonjakan Retur Liburan

“Ke depan, setelah selesainya pengurangan bertahap bisnis Amazon, tahun 2026 akan menjadi titik balik dalam pelaksanaan strategi kami untuk mendorong pertumbuhan dan ekspansi margin yang berkelanjutan,” ujar CEO UPS Carol Tomé.

Saham UPS naik 3,3% dalam perdagangan pra-pasar, sementara saham pesaingnya, FedEx, menguat sekitar 1%.

Selain itu, UPS juga berupaya memulihkan profitabilitas dan menstabilkan volume pengiriman setelah berakhirnya fasilitas bebas bea AS untuk pengiriman e-commerce bernilai rendah atau dikenal sebagai aturan de minimis.

Dalam upaya efisiensi, perusahaan telah memangkas 48.000 pekerja, menawarkan program pensiun dini bagi pengemudi, serta menutup operasional di 93 fasilitas sepanjang 2025. Langkah-langkah ini ditujukan untuk mencapai penghematan sekitar US$ 3 miliar pada 2026.

UPS juga mencatat beban non-tunai setelah pajak sebesar US$ 137 juta terkait penghapusan armada pesawat MD-11 menyusul kecelakaan fatal pada November lalu. Perusahaan ini menyatakan telah menyelesaikan pensiun armada tersebut pada kuartal keempat.

Untuk 2026, UPS memproyeksikan pendapatan sebesar US$ 89,7 miliar, meningkat dibandingkan US$ 88,7 miliar pada tahun sebelumnya. Proyeksi ini melampaui perkiraan analis yang rata-rata memprediksi pendapatan US$ 87,94 miliar, berdasarkan data LSEG. Perusahaan ini juga memperkirakan margin operasional disesuaikan sebesar 9,6% pada 2026.

“UPS kembali mencatat kinerja kuartalan di atas ekspektasi, terutama didorong oleh kenaikan pendapatan per paket baik di pasar domestik maupun internasional, melanjutkan tren harga yang lebih baik dari perkiraan dalam beberapa kuartal terakhir,” kata analis Evercore ISI Jonathan Chappell.

Baca Juga: Amazon Kian Mendominasi Pasar Pengiriman Paket AS, Siap Saingi USPS dan UPS

Pada kuartal keempat, UPS membukukan pendapatan konsolidasi sebesar US$ 24,5 miliar, melampaui estimasi pasar sebesar US$ 24 miliar. Musim pengiriman liburan, yang berlangsung dari akhir November hingga awal Januari, merupakan periode terpenting bagi perusahaan jasa pengiriman, karena volume harian rata-rata dapat meningkat hingga dua kali lipat, biasanya disertai dengan biaya tambahan musiman.

Pendapatan per paket di segmen domestik AS naik 8,3% meskipun volume pengiriman menurun. Sementara itu, pendapatan per paket internasional meningkat 7,1%, didorong oleh fokus perusahaan pada pengiriman dengan margin lebih tinggi.

Secara disesuaikan, UPS mencatat laba sebesar US$ 2,38 per saham untuk kuartal yang berakhir pada 31 Desember, lebih tinggi dibandingkan estimasi analis sebesar US$ 2,20 per saham.

Selanjutnya: Phishing Dukcapil Makin Canggih Lo, Yuk Lindungi Rekening Anda Sekarang Juga

Menarik Dibaca: Phishing Dukcapil Makin Canggih Lo, Yuk Lindungi Rekening Anda Sekarang Juga