Pupuk Kaltim Dukung Dekarbonisasi Lewat Pengembangan PLTS Atap



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap untuk mendukung transisi energi dan menekan emisi karbon dari kegiatan industri.

Pengembangan PLTS Atap menjadi bagian dari strategi keberlanjutan Pupuk Kaltim untuk mendukung target nol emisi karbon pada 2050 di sektor industri. Strategi tersebut mencakup efisiensi energi, pengurangan dan penangkapan emisi, serta pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).

Direktur Manajemen Risiko Pupuk Kaltim Maslani mengatakan, pemanfaatan energi terbarukan tidak hanya bertujuan mengurangi emisi, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan daya saing perusahaan.


“Melalui pemanfaatan PLTS Atap, kami berupaya membuktikan bahwa pengembangan energi bersih dapat berjalan beriringan dengan keandalan operasional industri,” ujar Maslani dalam keterangannya, Senin (12/10/2026).

Baca Juga: Pupuk Kaltim Pangkas Konsumsi Energi, Revamping Pabrik Ammonia Hemat Rp 228 Miliar

Hingga saat ini, kapasitas terpasang PLTS Atap Pupuk Kaltim mencapai 3,8 megawatt peak (MWp), terdiri atas fase pertama sebesar 1,2 MWp dan fase kedua 2,6 MWp. Sistem ini mencatat tingkat ketersediaan (availability factor) sebesar 98%–98,6%, dengan produksi energi mencapai 4,72 juta kWh per tahun.

Pupuk Kaltim juga memperluas pemanfaatan energi surya untuk mendukung operasional kendaraan listrik dan kebutuhan internal perusahaan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi biaya sekaligus memperluas penggunaan energi bersih di lingkungan operasional.

“Pengembangan PLTS Atap tidak berhenti pada pemasangan panel surya. Kami membangun ekosistem energi yang terintegrasi, mulai dari pembangkit, pemanfaatan energi untuk operasional, hingga dukungan terhadap kendaraan listrik,” kata Maslani.

Dari sisi lingkungan, pemanfaatan PLTS Atap sepanjang 2022–2025 berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 10.702,38 ton CO₂ ekuivalen. Pupuk Kaltim juga mengalihkan penggunaan bus konvensional ke bus listrik berbasis energi surya, sehingga menghemat 3.945,46 liter BBM dan mengurangi emisi 0,45 ton CO₂.

Maslani bilang, pihaknya turut melibatkan tenaga kerja lokal, memberikan pelatihan pemeliharaan PLTS bagi mahasiswa, serta mengembangkan PLTS di kawasan pesisir Bontang untuk mendukung kebutuhan permukiman nelayan.

Dari sisi ekonomi, Pupuk Kaltim menjalin kolaborasi dengan anak perusahaan Pupuk Indonesia Grup melalui skema Power Purchase Agreement (PPA) untuk memperluas pemanfaatan energi terbarukan.

Baca Juga: Pupuk Kaltim Siapkan Stok Pupuk 293.000 Ton untuk Musim Tanam Oktober-Maret

Inisiatif tersebut menghasilkan penghematan energi sekitar 20% atau setara 5,82 juta kWh, dengan estimasi penghematan biaya operasional tahunan sebesar US$ 29.800. Efisiensi ini didukung pemanfaatan energi surya untuk operasional perusahaan dan stasiun pengisian daya kendaraan listrik.

Atas implementasi PLTS Atap di fasilitas bangunan pendukung perusahaan, Pupuk Kaltim meraih ASEAN Energy Awards (AEA) 2026 kategori On Grid yang digelar di Manila, Filipina, pada 7Oktober 2026. 

AEA merupakan ajang penghargaan tingkat Asia Tenggara yang mengapresiasi proyek dan inovasi di bidang energi. Tahun ini, penghargaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian ASEAN Energy Business Forum 2026.

Maslani mengatakan, penghargaan ini mendorong Pupuk Kaltim untuk terus mengembangkan inovasi dan kolaborasi dalam pemanfaatan energi bersih. “Ke depan, perusahaan akan memperluas penggunaan EBT dengan mempertimbangkan keandalan operasional, efisiensi biaya, pengurangan emisi, dan manfaat sosial.” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News