KONTAN.CO.ID - JAKARTA.
Platform Securities Crowdfunding (SCF) Bizhare menyebut bahwa industri urun dana pada periode ini menunjukkan kinerja yang relatif stabil. "Kinerja urun dana pada awal 2026 relatif stabil, dengan minat investor yang tetap terjaga meskipun kondisi pasar global dan domestik cukup volatil," ujar
Founder & CEO Bizhare, Heinrich Vincent kepada Kontan, Rabu (25/3/26). Perusahaan sendiri mencatatkan kinerja yang gemilang sepanjang kuartal pertama 2026. Hingga awal tahun ini, Bizhare telah memfasilitasi pendanaan lebih dari Rp300 miliar untuk berbagai sektor bisnis.
Pada Februari 2026, nilai pendanaan Bizhare melonjak 12 kali lipat pada Februari 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Adapun pada periode Ramadan 2026, Bizhare juga berhasil menghimpun pendanaan untuk dua proyek bisnis dengan total lebih dari Rp5,5 miliar.
Baca Juga: Urun Dana Bizhare Terapkan Strategi Ini Guna Dorong Kinerja hingga Akhir 2026 Menurut
Heinrich, momentum Ramadan merupakan periode high season yang berperan mendorong pertumbuhan kinerja. Pada periode ini, perusahaan juga mencatatkan nilai rata-rata investasi per investor meningkat 250% dari target yang ditetapkan. Selain itu, ia juga mencermati adanya pergeseran perilaku investor yang mulai mengalokasikan dana ke instrumen berbasis sektor riil. Baik saham dengan histori keuangan stabil atau obligasi dan sukuk dengan proyek yang terbukti berhasil. Untuk instrumen saham, sejumlah sektor tercatat konsisten mencatatkan kinerja positif. Di antaranya sektor ritel, makanan dan minuman, serta energi terbarukan, dengan rata-rata imbal hasil dividen historis berkisar 25% hingga 58% per tahun. Sementara pada instrumen obligasi dan sukuk, sektor IT, jasa, pangan, ekspor, dan logistik menunjukkan kinerja yang solid. Hal ini tercermin dari pembayaran yang tepat waktu, imbal hasil yang kompetitif, serta tenor yang relatif pendek.
Baca Juga: Bizhare Targetkan Dana Kelolaan Tumbuh 150% di 2026 Memasuki kuartal II 2026, Heinrich melihat adanya pergeseran minat investor ke sektor riil yang dinilai lebih stabil dan berbasis kinerja nyata. "Sektor riil sebagai fondasi utama ekonomi nasional dinilai memiliki daya tahan lebih baik dalam berbagai siklus ekonomi," ujarnya. Namun ke depannya, industri urun dana masih dihadapkan pada sejumlah tantangan. Salah satunya adalah daya beli masyarakat yang dapat memengaruhi kinerja portofolio investasi.
Oleh karena itu, menurutnya kurasi proyek dan pemilihan bisnis menjadi kunci untuk menjaga kualitas investasi. Di sisi lain, Bizhare juga terus mendorong edukasi investor sekaligus memperluas partisipasi, baik dari investor ritel maupun institusi guna memperkuat ekosistem pendanaan UMKM.
Baca Juga: Urun Dana Bizhare Pilih Perbaiki Kualitas Penerbit Dorong Kinerja di 2026 Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News