Urun Dana Bizhare Terapkan Strategi Ini Guna Dorong Kinerja hingga Akhir 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan securities crowdfunding atau urun dana PT Investasi Digital Nusantara (Bizhare) akan menerapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan kinerja hingga akhir tahun ini.

Founder & CEO Bizhare Heinrich Vincent mengatakan pihaknya akan menerapkan strategi pemilihan penerbit saham dengan kualitas brand dan profit yang sudah terbukti.​

"Misalnya, SWAP Station yang bergerak di industri terbarukan, saat ini sedang diminati oleh banyak investor. Selain itu, ada penerbit obligasi atau sukuk yang merupakan vendor dari korporasi swasta hingga pemerintah, serta perusahaan manufaktur makanan hingga logistik yang akan segera listing di Bizhare," ungkapnya kepada Kontan, Rabu (3/3/2026).


Baca Juga: Piutang Multifinance Tembus Rp 508,27 Triliun, NPF Naik pada Januari 2026

Heinrich menyampaikan pihaknya juga akan terus melakukan edukasi dan literasi, khususnya kepada investor individual.

Dia bilang Bizhare juga akan fokus mempermudah investor berpartisipasi untuk berinvestasi kepada bisnis UMKM yang berkualitas, sehingga memudahkan mereka mencapai kebebasan finansial.

"Dengan demikian, investor bisa memahami bahwa mereka dapat menciptakan dampak sosial dan lapangan pekerjaan untuk masyarakat Indonesia. Kami juga menyasar makin banyak high networth individual dan investor institusi agar turut berpartisipasi untuk berinvestasi bisnis melalui Bizhare," tuturnya.

Lebih lanjut, Heinrich optimistis kinerja akan terus bertumbuh hingga akhir tahun ini melihat pencapaian pada awal 2026. Adapun Bizhare mencatatkan total pendanaan yang telah difasilitasi lebih dari Rp 300 miliar hingga akhir Februari 2026.

Jumlah investor yang terlibat lebih dari 400 ribu investor, sedangkan jumlah penerbit yang didukung: lebih dari 200 penerbit. 

"Dengan makin besarnya antusiasme dari investor dan penerbit di awal 2026, kami optimistis dapat menjaga konsistensi pertumbuhan dan momentum yang ada, dengan terus meningkatkan volume pendanaan dan dana yang tersalurkan," ucap Heinrich. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News