Usaha Nasabah PNM Mekaar Kian Berkembang Melalui Holding Ultra Mikro



KONTAN.CO.ID - Pemerintah terus berupaya memperkuat ekonomi kerakyatan melalui Holding Ultra Mikro (UMi) yang mengintegrasikan BRI, Pegadaian, dan PNM. Memasuki lima tahun perjalanan Holding UMi, PNM mampu mendorong peningkatan akses pembiayaan produktif bagi masyarakat prasejahtera, khususnya perempuan pengusaha ultra mikro.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2025 sebanyak 64,5% pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan. Peran penting ini perlu didukung akses terhadap layanan keuangan formal, dan pengembangan kapasitas serta literasi keuangan. Bila perempuan prasejahtera lebih berdaya, mereka diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga serta masyarakat.

PNM bersama Holding UMi bersinergi memperluas akses keuangan formal dan program pemberdayaan terpadu bagi perempuan pelaku usaha ultra mikro. Hingga Juni 2026, PNM telah melayani 13 juta nasabah aktif program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar).


Akses permodalan tanpa agunan tersebut dijalankan beriringan dengan pengembangan kapasitas usaha nasabah melalui pelatihan, pendampingan, penguatan karakter kewirausahaan, literasi keuangan, hingga literasi digital. Dalam mendukung layanan dan pemberdayaan bagi nasabah, PNM menjangkau kelompok-kelompok usaha hingga ke tingkat akar rumput di seluruh Indonesia melalui 4.035 unit layanan dan 62.028 pendamping yang mayoritas adalah perempuan.

Kolaborasi ekosistem dalam Holding UMi juga membantu nasabah Mekaar meningkatkan skala usahanya. Hingga akhir Juni 2026, Holding UMi telah berhasil melayani 33,8 juta debitur aktif serta mengelola lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro. Sebanyak 2,3 juta debitur berhasil naik kelas.

Sebagai Agen BRILink, mereka melayani berbagai transaksi seperti transfer, tarik tunai, hingga pembayaran tagihan. Dalam hal ini, nasabah Mekaar turut berperan meningkatkan inklusi keuangan bagi masyarakat di sekitarnya. Mereka pun memperoleh penghasilan tambahan dengan skema sharing fee dari setiap transaksi yang dilakukan.

Group CEO BRI Hery Gunardi mengungkapkan bahwa perjalanan lima tahun Holding UMi menunjukkan bagaimana integrasi tiga entitas dengan kekuatan yang berbeda mampu menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas.

“Selama lima tahun, kekuatan Holding UMi ditopang oleh integrasi keunggulan masing-masing entitas. BRI memiliki jaringan dan kapabilitas pembiayaan UMKM serta infrastruktur yang luas, Pegadaian memiliki kompetensi pada pembiayaan berbasis gadai dan ekosistem emas, sementara PNM memiliki kekuatan pada pemberdayaan serta pendampingan kelompok usaha ultra mikro,” jelasnya.

Mendukung pengembangan usaha berkelanjutan

Perjalanan pengembangan usaha dan kapasitas nasabah Mekaar tercermin melalui kisah Leni, Ketua Bank Sampah Dayung Habibah. Sehari-hari, ia mengolah sampah di Danau Sipin, Jambi.

Sebelum dikenal sebagai penggerak lingkungan, Leni adalah atlet nasional dayung. Namun, pada 2010, perjalanannya sebagai atlet terpaksa berhenti. Anaknya lahir dengan kondisi kulit langka, mudah terluka setiap terpapar sinar matahari. Demi membiayai pengobatan sang buah hati, Leni rela melepas medali-medali kejuaraan yang diperjuangkannya bertahun-tahun.

Di titik terberat itu, Leni menemukan panggilan baru dalam hidupnya. Menpora meminta Leni menjadi pelatih dayung di Jambi. Tugas tersebut membawa Leni kembali ke Danau Sipin, kampung halamannya. Ternyata, Danau Sipin berada dalam kondisi menyedihkan karena tumpukan sampah yang memenuhi semua sudutnya.

Kondisi tersebut menggerakkan Leni mendirikan Bank Sampah Dayung Habibah, yang diberi nama mengikuti nama anaknya. Sambil mendayung, ia mengumpulkan sampah di Danau Sipin. Leni juga melibatkan kaum muda dalam kegiatan bank sampahnya.

Usaha bank sampah Leni sempat nyaris terhenti karena penolakan warga sekitar. Namun, melalui pembiayaan dan pemberdayaan Program Mekaar dari PNM pada 2018, Bank Sampah Dayung Habibah dapat kembali bangkit.

Modal awal Rp2.500.000 secara bertahap bertumbuh hingga Rp10.000.000, seiring dengan usaha bank sampah Leni yang kini mempekerjakan empat karyawan tetap. Dari Mekaar, langkah Leni berlanjut ke layanan lain dalam satu ekosistem Holding UMi, yakni menjadi Agen BRILink Mekaar. Sebagai Agen BRILink, Leni membantu kebutuhan transaksi sehari-hari warga sekitar.

"Sekarang alhamdulillah, dapat tambahan pemasukan jadi agen BRILink Mekaar, tetangga yang mau bayar listrik dan biaya sekolah anak tidak perlu jauh-jauh ke kota," ceritanya.

Selain itu, sebagai bekal masa depan keluarganya, Leni juga mulai menabung emas lewat Tabungan Emas Pegadaian, yang kini semakin mudah diakses dan dipantau lewat aplikasi digital.

Kerja keras yang dulu dipandang sebelah mata kini menuai pengakuan, termasuk penghargaan Kalpataru. Namun bagi Leni, penghargaan sesungguhnya bukan piala di atas rak, melainkan danau yang kembali hidup dan anak-anak yang memiliki masa depan lebih cerah. "Saya menangis, kenapa Allah punya cerita untuk saya begitu. Jadi saya bisa membantu teman-teman," ujarnya terharu.

Leni adalah salah satu dari jutaan perempuan prasejahtera Indonesia yang punya cita-cita untuk berdaya dan naik kelas meningkatkan kesejahteraan mereka. Kisah Leni menjadi bukti bahwa modal kecil, bila disertai pendampingan dan edukasi keuangan berkesinambungan, mampu menumbuhkan keberanian sebesar keinginan untuk bertahan.

"Lima tahun perjalanan Holding Ultra Mikro adalah lima tahun kita belajar bahwa pemberdayaan sejati tidak diukur dari besarnya modal, melainkan dari seberapa jauh ia menuntun seseorang kembali berdiri. Kisah Ibu Leni mengingatkan kita, di balik setiap danau yang kembali jernih, ada perempuan yang memilih untuk terus berjuang, dan PNM bersama BRI dan Pegadaian akan selalu berusaha untuk hadir menemani perjuangan itu," tandas Kindaris, Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

Lima tahun Holding UMi meletakkan fondasi untuk membangun fase pertumbuhan selanjutnya. Melalui integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM, semakin banyak masyarakat seperti Leni yang akan memperoleh manfaat ekonomi lebih dalam. Tidak hanya sebagai penerima pembiayaan, tetapi juga berperan sebagai pelaku usaha aktif dalam ekosistem keuangan formal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News