Usai Diakuisisi AEP, Pinago Utama Resmi Berganti Nama Jadi AEP Pinago (PNGO)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten perkebunan PT Pinago Utama Tbk resmi berganti nama menjadi PT AEP Pinago Plantations Tbk setelah memperoleh persetujuan dari Kementerian Hukum Republik Indonesia. Meski identitas perusahaan berubah, kode saham PNGO tetap dipertahankan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Perubahan nama tersebut merupakan tindak lanjut dari penyesuaian Anggaran Dasar Perseroan yang telah disahkan melalui Keputusan Menteri Hukum RI Nomor AHU-0056889.AH.01.02.TAHUN 2026 tertanggal 20 Juli 2026. Perusahaan ini menerima keputusan tersebut pada 21 Juli 2026, sehingga sejak tanggal tersebut nama baru PT AEP Pinago Plantations Tbk resmi berlaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Sejalan dengan perubahan identitas perusahaan, manajemen telah mengajukan permohonan kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui surat tertanggal 23 Juli 2026 untuk menyesuaikan nama emiten dalam sistem perdagangan bursa.


Baca Juga: Pengendali Baru Pinago Utama (PNGO) Gelar Tender Wajib Rp 3.584 per Saham

Corporate Secretary PT AEP Pinago Plantations Tbk, Wandy, menegaskan perubahan tersebut hanya menyangkut nama perusahaan dan tidak memengaruhi kode saham yang telah dikenal investor.

"Perusahaan memohon kepada BEI agar dapat melakukan penyesuaian nama Emiten pada Kode Bursa PNGO, dari yang semula tercantum sebagai PT Pinago Utama Tbk menjadi PT AEP Pinago Plantations Tbk, tanpa mengubah kode saham PNGO yang telah digunakan oleh perusahaan," ujar Wandy dalam keterbukaan informasi di BEI pada Senin (27/7/2026).

Perubahan nama ini sejalan dengan perubahan pemegang saham PNGO. Kini AEP Nusantara Holdings Limited telah mengakuisisi 98,26% saham PNGO. 

Karena aksi tersebut, AEP Nusantara menggelar tender wajib alias mandatory tender offer (MTO) pada sebanyak 13,58 juta saham setara dengan 1,74% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Harga tender yang ditetapkan Rp 3.584 per saham sehingga nilai dana yang disiapkan Rp 48,69 miliar. Saat ini masa penawaran tender offer masih berlangsung dan akan berakhir pada 14 Agustus 2026. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News