Usai IPO, berikut agenda ekspansi Sumber Global Energy (SGER)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Usai melantai di Bursa Efek Indonesia, PT Sumber Global Energy Tbk memiliki sejumlah agenda ekspansi di sisa tahun 2020. Dari hajatan Initial Public Offering emiten bersandi SGER ini meraup dana segar sebanyak Rp 54 miliar.

Direktur Utama Sumber Global Energy Welly Thomas mengatakan, seluruh dana hasil IPO akan digunakan untuk modal kerja. “Keseluruhan dana hasil IPO akan digunakan oleh perseroan untuk modal kerja guna memenuhi kontrak pengadaan batubara yng telah berjalan," ujarnya, Senin (8/10).

Baca Juga: Sudah 35 perusahaan IPO tahun ini, BEI & OJK masih hadapi tantangan nilai emisi mini


Jika dilihat lebih rinci, Sumber Global Energy akan menggunakan Rp 45 miliar untuk modal kerja guna memenuhi kontrak pengadaan batubara yang sedang berjalan.

Sementara sisanya bakal digunakan sebagai modal kerja anak usaha tidak langsung yakni SMCA dalam bentuk pinjaman. Pinjaman ini akan digunakan oleh SMCA sebagai riset dan pengembangan energi terbaru dan terbarukan serta proses ekstraksi dan oksidasi mineral logam tanah jarang.

Lebih lanjut manajemen SGER menyampaikan, dana yang diperoleh dari IPO tersebut memang tidak mencukupi untuk agenda ekspansi tersebut. Makanya, perseroan ini akan menggunakan kas internal atau menggunakan pendanaan eksternal yang diperoleh dari bank dan/atau lembaga keuangan lainnya.

Perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha di bidang perdagangan besar bahan bakar padat, cair dan gas, khususnya batubara ini mencatat penjualan sebesar 90% dari produk diekspor ke negara-negara Asia dan sisanya Rp 10% produk untuk dijual di domestik.

Baca Juga: Baru Listing, saham Sumber Global Energy (SGER) melesat 34,26%

Adapun dari segi kinerja keuangan, sepanjang tahun lalu SGER mencatat pendapatan sebesar Rp 1,28 triliun atau tumbuh 21,90% ketimbang pendapatan Rp 1,05 triliun pada 2018. Sementara itu, laba bersih yang dapat didistribusikan pada entitas induk sebesar Rp 21,67 miliar atau naik 71,44% dari Rp 12,64 miliar.

Sedangkan dari periode Januari hingga Mei 2020, emiten perdagangan batubara tersebut meraup pendapatan Rp 787,09 miliar masih mampu mencetak pertumbuhan 10,16% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 714,49 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi