Usai Jual Emas Perdana, Merdeka Gold Resources (EMAS) Catat Kenaikan Cadangan Bijih



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), mengumumkan penjualan emas perdana dari Tambang Emas Pani, sehingga menandai masuknya EMAS ke fase produksi komersial.

EMAS juga melaporkan peningkatan signifikan Mineral Resources atau sumber daya mineral dan Ore Reserves atau cadangan bijih konsolidasi per 31 Desember 2025. 

Pada 16 Maret 2026, melalui anak usahanya PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS), EMAS mencatat penjualan emas perdana kepada PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebanyak 16,0597 kilogram (kg) atau 516,287 ons emas.


Penjualan ini merupakan bagian dari kerja sama strategis antara Grup Merdeka dan Antam melalui Gold Sales and Purchase Agreement (GSPA) untuk mendukung penyerapan produksi emas domestik sekaligus memperkuat integrasi rantai pasok emas nasional.

Baca Juga: H-7 Lebaran, Tol Astra Infra Kebanjiran Kendaraan: Tol Cikopo-Palimanan Melonjak 68%

Seiring dimulainya produksi tersebut, EMAS juga melaporkan peningkatan signifikan pada basis cadangan emasnya. Berdasarkan estimasi terbaru per 31 Desember 2025, total cadangan bijih EMAS meningkat menjadi 203,1 juta ton bijih dengan kadar rata-rata 0,79 gram per ton (g/t) emas yang mengandung sekitar 5,2 juta ons emas.

Angka ini meningkat signifikan dibandingkan besaran cadangan bijih yang dilaporkan di Oktober 2025 sebesar 190,3 juta ton bijih yang mengandung 4,8 juta ons emas dan cadangan bijih akhir 2024 sebesar 77,5 juta ton dengan kandungan sekitar 1,9 juta ons emas.

Cadangan Bijih merupakan bagian dari sumber daya mineral yang telah melalui kajian teknis dan ekonomi sehingga dinilai layak untuk ditambang. Dengan kata lain, angka ini mencerminkan cadangan bijih yang saat ini direncanakan untuk diproduksi dalam rencana tambang EMAS.

Peningkatan cadangan bijih terutama didorong oleh keberhasilan program eksplorasi lanjutan serta pemutakhiran model geologi dan perencanaan tambang yang dilakukan sepanjang 2025.

Baca Juga: Produsen Mamin Mulai Rasakan Tekanan Biaya Kemasan

Sementara itu, total sumber daya mineral EMAS per akhir 2025 tercatat sekitar 7 juta ons emas dan 6,6 juta ons perak, menurun dibandingkan pelaporan 2024 yang mencerminkan dimulainya kegiatan penambangan bijih sejak Oktober 2025.

Presiden Direktur Merdeka Gold Resources, Boyke Poerbaya Abidin menyatakan, dimulainya penjualan emas perdana dari Tambang Emas Pani merupakan tonggak penting bagi kinerja keuangan EMAS. Pada saat yang sama, peningkatan signifikan cadangan bijih dalam waktu relatif singkat menunjukkan kualitas deposit serta keberhasilan program eksplorasi yang perusahaan jalankan secara berkesinambungan.

"Kami semakin yakin terhadap potensi jangka panjang Pani sebagai salah satu tambang emas utama di Indonesia,” ujar Boyke dalam keterangan resmi, Senin (16/3/2026).

EMAS sendiri menargetkan produksi sekitar 100.000–115.000 ons emas pada tahun 2026, seiring percepatan pengembangan fasilitas pengolahan dan optimalisasi operasi tambang. EMAS juga terus melanjutkan program eksplorasi untuk memperluas basis sumber daya di area Pani. 

Saat ini, empat unit diamond drill rigs telah beroperasi di lokasi proyek dengan tambahan dua diamond drill rigs serta satu reverse circulation rig yang dijadwalkan tiba dalam beberapa bulan mendatang untuk mendukung pelaksanaan program pengeboran yang direncanakan lebih dari 32.000 meter tahun ini.

 
EMAS Chart by TradingView

Selain fokus pada pengembangan operasional, EMAS tetap berkomitmen menjalankan praktik pertambangan yang bertanggung jawab melalui penerapan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG), termasuk pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, keselamatan kerja, serta program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Dengan fondasi cadangan yang semakin kuat, peningkatan kapasitas operasional, serta kemitraan strategis dalam rantai pasok emas domestik, EMAS optimistis Tambang Emas Pani akan menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan jangka panjang Grup Merdeka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News