KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sinar Mas Asuransi Syariah (SMAS) resmi mengumumkan sebagai perusahaan asuransi umum syariah yang berdiri mandiri (full-fledged), setelah memperoleh persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-123/D.05/2025 per 23 Desember 2025. Sebelumnya SMAS merupakan Unit Usaha Syariah (UUS) dari PT Asuransi Sinar Mas. Direktur Utama Asuransi Sinar Mas Syariah Daniel Armagatlie mengatakan pihaknya akan menyelesaikan proses pemindahan portofolio yang sudah ada terlebih dahulu pada tahun ini. Sebab, Daniel bilang ada ketentuan dari OJK bahwa proses spin off harus rampung dalam 3 bulan setelah mendapatkan izin. "Untuk satu tahun ini, fokusnya kami menyelesaikan proses spin off dahulu. Jadi, portofolio dari unit yang selama ini di-handle oleh UUS, harus dipindahkan semua dalam 3 bulan. Oleh karena itu, kami berfokus melakukan transisi untuk pengalihan portofolio dahulu," katanya saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026).
Usai Kantongi Izin, Sinar Mas Asuransi Syariah Fokus Pemindahan Portofolio
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sinar Mas Asuransi Syariah (SMAS) resmi mengumumkan sebagai perusahaan asuransi umum syariah yang berdiri mandiri (full-fledged), setelah memperoleh persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-123/D.05/2025 per 23 Desember 2025. Sebelumnya SMAS merupakan Unit Usaha Syariah (UUS) dari PT Asuransi Sinar Mas. Direktur Utama Asuransi Sinar Mas Syariah Daniel Armagatlie mengatakan pihaknya akan menyelesaikan proses pemindahan portofolio yang sudah ada terlebih dahulu pada tahun ini. Sebab, Daniel bilang ada ketentuan dari OJK bahwa proses spin off harus rampung dalam 3 bulan setelah mendapatkan izin. "Untuk satu tahun ini, fokusnya kami menyelesaikan proses spin off dahulu. Jadi, portofolio dari unit yang selama ini di-handle oleh UUS, harus dipindahkan semua dalam 3 bulan. Oleh karena itu, kami berfokus melakukan transisi untuk pengalihan portofolio dahulu," katanya saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026).