Usai Kasus IPO, Multi Makmur (PIPA) Bersiap Rebranding dan Perluas Ekosistem Migas



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) di bawah pemegang saham pengendali baru, yakni Morris Capital Indonesia berencana untuk melakukan rebranding usai terjerat kasus manipulasi penawaran umum saham perdana.  

Direktur Multi Makmur Lemindo Noprian Fadli menyampaikan, pihaknya sudah menyiapkan lima langkah dalam merespons kasus manipulasi penawaran umum saham perdana alias Initial Public Offering (IPO).

“Kami akan segera mengubah nama, logo, domisili, tambahan KBLI dan administrasi lainnya. Jika nanti diperlukan ada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), akan kami lakukan,” jelasnya, Senin (9/2/2026). 


Baca Juga: Edwin Widjaja Tambah Kepemilikan Saham di Jaya Trishindo (HELI)

Adapun penambahan KBLI dalam rencana tersebut sejalan dengan PIPA yang telah berganti pengendali. Sekadar mengingatkan, Morris Capital Indonesia resmi mengakuisisi PIPA pada 2025. 

Di bawah kendali MCI, PIPA tidak lagi hanya bergantung pada manufaktur pipa PVC. PIPA tengah membangun ekosistem bisnis yang mencakup fasilitas produksi, trading, hingga infrastruktur transportasi energi.

Noprian menyebut ke depan, sektor minyak dan gas (migas) akan menjadi tulang punggung utama pendapatan PIPA ke depan, di mana bisnis manufaktur akan menjadi pelengkap. 

"Bisnis migas akan dominan, lebih dari 50% porsinya karena itu bisnis inti. Manufaktur akan menjadi complimentary yang justru bisa lebih besar lagi karena adanya dukungan proyek dari sisi energi," katanya.

Seiring dengan masuknya ke sektor migas, PIPA akan fokus pada pendapatan berulang dengan margin keuntungan yang tinggi sambil mengincar volume transaksi dan arus kas yang besar untuk memperkuat ekosistem independen.

Tak hanya itu, di lini transportasi dan Infrastruktur, PIPA berencana membangun armada dan fasilitas penyimpanan sendiri untuk meningkatkan efisiensi operasional dan profitabilitas.

Sebagai bagian dari penguatan struktur modal, PIPA berencana melakukan aksi korporasi berupa rights issue yang ditargetkan rampung pada Kuartal III-2026 atau Kuartal IV-2026. 

Baca Juga: Kenaikan Free Float ke 15% Terlalu Agresif, Pasar Saham Bisa Kebanjiran Suplai

Selanjutnya: MBG Wajib Halal, Kepala SPPG Bakal Dilatih Jadi Penyelia Halal

Menarik Dibaca: 10 Jus yang Paling Cepat Turunkan Kolesterol Tinggi, Mau Coba?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News