KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sun Life Financial Indonesia resmi melakukan pemisahan atau spin off Unit Usaha Syariah (UUS) menjadi PT Sun Life Financial Syariah Indonesia (Sunlife Syariah) yang berdiri mandiri (full-fledged). Asal tahu saja, izin pendirian tersebut diberikan OJK melalui Keputusan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan nomor KEP-57/D.05/2026 per 22 Juli 2026. Usai resmi berdiri, Presiden Direktur Sun Life Indonesia Albertus Wiroyo menerangkan, Sunlife Syariah akan menyasar segmen sandwich generation. Adapun segmen itu merupakan kelompok orang dewasa atau produktif yang harus menanggung hidup dua generasi sekaligus, yaitu anak-anak mereka (generasi bawah) dan orang tua mereka (generasi atas).
Baca Juga: Unitlink Syariah Mendominasi Total Kontribusi Allianz Syariah per September 2026 "Jadi, sebenarnya kalangan muda yang produktif punya beban yang cukup berat atas dan bawah. Sebagai anak berbakti, kalangan itu harus bisa juga membantu orang tua dalam segi ekonomi, sekalian harus memenuhi kebutuhan untuk masa depan anaknya. Segmen itu yang ditargetkan," ungkapnya saat konferensi pers di kawasan Jakarta Barat, Minggu (1/11/2026). Selain itu, Albertus mengungkapkan Sunlife Syariah juga akan mempeluas penetrasi melalui kolaborasi dengan para mitra, seperti Bank Muamalat Indonesia. Dia bilang Bank Muamalat Indonesia begitu hati-hati dalam memilih partner asuransi dan Sunlife Syariah menjadi salah satu yang terpilih. "Tentunya Bank Muamalat dalam memilih partner asuransi syariah dengan sangat hati-hati dan betul-betul berkomitmen terhadap prinsip syariah, kami terpilih dan sangat senang bisa bermitra dengan Bank Muamalat Indonesia untuk jangka panjang," tuturnya. Albertus menerangkan pihaknya juga bermitra dengan Bank CIMB Niaga Syariah dan Bank Syariah Nasional dalam meningkatkan penetrasi. Selain itu, Sunlife Syariah juga akan meningkatkan penetrasi melalui jalur keagenan. Dia bilang perusahaan memiliki tenaga pemasar syariah yang tersertifikasi berjumlah hampir 500 orang. Sebagai informasi, hingga Juni 2026, distribusi syariah Sunlife Syariah didukung oleh 487 tenaga pemasar yang terdiri dari 268 tenaga pemasar pada distribusi keagenan syariah dan 219 tenaga pemasar pada distribusi bancassurance syariah. Didukung juga 14 kantor pemasaran mandiri syariah. "Agen akan terus bertambah, memberikan akses supaya inklusinya naik. Dengan cabang partner kami yang tersebar di Indonesia, kami berharap bisa ikut memberikan kontribusi meningkatkan inklusi asuransi syariah Indonesia," ucapnya.
Baca Juga: Sun Life Resmi Spin Off UUS dengan Mendirikan Sunlife Syariah, Ini Pertimbangannya Sementara itu, Presiden Direktur Sunlife Syariah Agung Prambudi mengungkapkan unit syariah Sun Life sebenarnya sudah berdiri sejak 2010. Menurutnya, lewat pengalaman puluhan tahun di bidang syariah, Sunlife Syariah akan terus mengedepankan experience layanan berbasis nasabah.
Mengenai produk, Agung menerangkan Sunlife Syariah tentunya ingin memberikan posisi lebih di segmen-segmen syariah. Dia mencontohkan, perusahaan memberikan layanan produk untuk perencanaan haji yang ada di Bank Muamalat. "Produk itu menjadikan Bank Muamalat dan Sunlife Syariah memiliki kumpulan produk-produk unggulan. Kami juga memberikan beberapa produk yang hubungannya dengan proteksi untuk waris dan sebagainya," ujar Agung. Berdasarkan laporan keuangan di situs resmi perusahaan, unit usaha syariah Sun Life mencatatkan total aset gabungan sebesar Rp 2,54 triliun per Juni 2026. Adapun kontribusi gabungan mencapai Rp 171 miliar per Juni 2026. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News