Usai rugi Rp 12 triliun, kini BNBR meraup laba



JAKARTA. Perusahaan investasi PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) akhirnya mencetak laba bersih pada tahun 2014 lalu. Mengutip laporan keuangan perseroan yang terbit Kamis (26/3), BNBR membukukan laba bersih sebesar Rp 152,9 miliar atau Rp 1,63 per saham. Kondisi ini merupakan pembalikan arah BNBR usai membukukan kerugian hingga Rp 12,73 triliun pada tahun 2013 lalu. BNBR tertolong dari pendapatannya yang naik 22,26% menjadi Rp 6,3 triliun dari sebelumnya Rp 5,2 triliun. Sektor infrastruktur dan manufaktur yang memberikan kontribusi terbesar tumbuh 12% pada tahun lalu. Namun, sebenarnya, laba bersih banyak ditopang dari berkurangnya rugi selisih kurs dan beban bunga. Pada tahun 2014, kerugian akibat selisih kurs BNBR berkurang sebesar 84% menjadi Rp 162,7 miliar dari sebelumnya Rp 1 triliun. Di sisi lain, beban bunga dan keuangan BNBR menyusut dari Rp 1,1 triliun menjadi Rp 540,5 miliar. Meski sudah ada perbaikan dari sisi bottom line, BNBR belum terlepas dari defisiensi modal yang mencapai Rp 2 triliun pada tahun lalu. Adapun total liabilitas BNBR per Desember tahun lalu mencapai Rp 13,38 triliun. Saham BNBR tak berkutik dari posisi Rp 50 per saham pada perdagangan Kamis (26/3).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Hendra Gunawan