Usulan kenaikan harga elpiji 12 kilogram dikaji



JAKARTA. Pemerintah akan mengkaji usulan Pertamina untuk menaikkan harga gas elpiji 12 kilogram (kg). Rencananya, pekan ini, Menko Perekonomian akan menggelar rapat terkait usulan kenaikan harga gas elpiji 12 kg.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengaku telah menerima surat Pertamina untuk menaikkan harga gas elpiji 12 kg. Menurutnya, saat ini, kantor Menko Perekonomian sedang mengkaji usul perusahaan migas pelat merah tersebut.

Hatta menegaskan akan berhati-hati dalam memutuskan rencana kenaikan harga elpiji 12 kg karena bisa mengerek inflasi. "Di satu sisi harus naik karena beban Pertamina sangat berat. Tapi, di sisi lain, kita harus melihat dampak ke inflasi," ujarnya, Senin (25/2).


Seperti diketahui, awal tahun ini, PLN sudah menaikkan tarif tenaga listrik (TTL) sebesar 15% secara bertahap. Jika ditambah dengan kenaikan harga elpiji 12 kg, Hatta khawatir inflasi bakal semakin terdongkrak.

Di sisi lain, pemerintah khawatir disparitas harga elpiji 12 kg dengan elpiji 3 kg yang semakin besar bisa berdampak pada migrasi konsumen ke gas elpiji 3 kg. Pasalnya, migrasi ini bisa membuat subsidi energi membengkak.

Beda dengan Hatta, Menteri Keuangan Agus Martowardojo optimistis, inflasi tahun ini masih sesuai target APBN 2013 sebesar 4,9%. Sekalipun banyak tantangan dalam pengendalian inflasi, ia yakin pemerintah bisa mengendalikan inflasi di level itu.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Destry Damayanti berpendapat, dampak kenaikan harga elpiji 12 kg terhadap inflasi tidak terlalu besar. "Dampaknya hanya sekitar 0,1-0,2 percentage point ke inflasi," ungkapnya, akhir pekan lalu.

Hanya, bila jadi naik, pemerintah perlu mewaspadai migrasi besar-besaran pengguna elpiji 12 kg ke elpiji 3 kg. Menurut Destry, meski tidak semuanya, namun akan ada kelompok masyarakat tertentu yang bakal memanfaatkan peluang migrasi ini.

Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar bilang, kenaikan elpiji 12 kg sangat berdampak terhadap industri waralaba Indonesia. Menurutnya sekitar 50% pemain waralaba bergerak di bisnis kuliner.

"Mereka yang terkena langsung karena memakai gas elpiji 12 kg," ujarnya. Saat ini, total pemain waralaba lokal berjumlah 2.000 usaha. Sementara, waralaba asing ada 400 pemain.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Havid Vebri