KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Sebagian besar bank global memiliki eksposur terbatas terhadap CoreWeave, perusahaan penyedia infrastruktur komputasi awan untuk kecerdasan buatan (AI) yang didukung Nvidia. Hal tersebut berdasarkan estimasi JPMorgan yang dirilis pada Selasa, menyusul penurunan harga saham dan obligasi CoreWeave pekan lalu akibat kekhawatiran investor terhadap pembiayaan utang perusahaan. Belanja infrastruktur AI yang terus meningkat telah memicu kegelisahan investor di pasar global. Perusahaan teknologi berlomba menghimpun dana dari investor kredit swasta, perbankan, dan pasar obligasi untuk mempercepat ekspansi, sementara kekhawatiran mengenai tingkat pengembalian investasi semakin menguat. Dalam laporannya, JPMorgan memperkirakan sejumlah bank investasi besar Amerika Serikat (AS) serta MUFG dari Jepang berpotensi memiliki eksposur terhadap CoreWeave sekitar US$ 1 miliar hingga US$ 3 miliar. Sementara itu, sebagian besar bank di Eropa dan Asia memiliki eksposur kurang dari US$ 500 juta.
Utang CoreWeave Tembus US$ 50 Miliar, JPMorgan Ungkap Risiko bagi Bank Global
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Sebagian besar bank global memiliki eksposur terbatas terhadap CoreWeave, perusahaan penyedia infrastruktur komputasi awan untuk kecerdasan buatan (AI) yang didukung Nvidia. Hal tersebut berdasarkan estimasi JPMorgan yang dirilis pada Selasa, menyusul penurunan harga saham dan obligasi CoreWeave pekan lalu akibat kekhawatiran investor terhadap pembiayaan utang perusahaan. Belanja infrastruktur AI yang terus meningkat telah memicu kegelisahan investor di pasar global. Perusahaan teknologi berlomba menghimpun dana dari investor kredit swasta, perbankan, dan pasar obligasi untuk mempercepat ekspansi, sementara kekhawatiran mengenai tingkat pengembalian investasi semakin menguat. Dalam laporannya, JPMorgan memperkirakan sejumlah bank investasi besar Amerika Serikat (AS) serta MUFG dari Jepang berpotensi memiliki eksposur terhadap CoreWeave sekitar US$ 1 miliar hingga US$ 3 miliar. Sementara itu, sebagian besar bank di Eropa dan Asia memiliki eksposur kurang dari US$ 500 juta.
TAG: