KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pagi itu, kartu kredit kembali digesek. Bukan untuk liburan, bukan pula untuk barang mewah. Hanya untuk belanja kebutuhan dapur dan membayar tagihan listrik. Bagi banyak warga Amerika Serikat (AS), kartu kredit kini bukan sekadar alat pembayaran praktis melainkan penyangga hidup. Data terbaru Federal Reserve Bank of New York mencatat total utang rumah tangga AS menyentuh rekor baru mencapai US$ 18,8 triliun pada kuartal IV-2025. Dalam tiga bulan saja, angkanya bertambah US$ 191 miliar. Di atas kertas, kenaikannya terlihat moderat sekitar 1%, namun di balik angka itu, tersimpan cerita tentang tekanan biaya hidup yang belum benar-benar reda. Kartu kredit menjadi cermin paling jelas. Dalam laporan Yahoo Finance (13/2), saldo utangnya melonjak ke level tertinggi sepanjang sejarah, US$ 1,28 triliun. KPR tetap mendominasi dengan total lebih dari US$ 13 triliun, sementara pinjaman kendaraan dan pinjaman mahasiswa terus menumpuk. Utang bukan lagi sekadar instrumen konsumsi, melainkan bagian dari strategi bertahan.
Utang Kartu Kredit AS Tembus Rekor, Ini Pemicu Utamanya
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pagi itu, kartu kredit kembali digesek. Bukan untuk liburan, bukan pula untuk barang mewah. Hanya untuk belanja kebutuhan dapur dan membayar tagihan listrik. Bagi banyak warga Amerika Serikat (AS), kartu kredit kini bukan sekadar alat pembayaran praktis melainkan penyangga hidup. Data terbaru Federal Reserve Bank of New York mencatat total utang rumah tangga AS menyentuh rekor baru mencapai US$ 18,8 triliun pada kuartal IV-2025. Dalam tiga bulan saja, angkanya bertambah US$ 191 miliar. Di atas kertas, kenaikannya terlihat moderat sekitar 1%, namun di balik angka itu, tersimpan cerita tentang tekanan biaya hidup yang belum benar-benar reda. Kartu kredit menjadi cermin paling jelas. Dalam laporan Yahoo Finance (13/2), saldo utangnya melonjak ke level tertinggi sepanjang sejarah, US$ 1,28 triliun. KPR tetap mendominasi dengan total lebih dari US$ 13 triliun, sementara pinjaman kendaraan dan pinjaman mahasiswa terus menumpuk. Utang bukan lagi sekadar instrumen konsumsi, melainkan bagian dari strategi bertahan.
TAG: