KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada kuartal I 2026 tercatat mencapai US$ 433,4 miliar atau setara Rp 7.660 triliun dengan asumsi kurs Rp 17.674 per dolar AS. Bank Indonesia dalam laporannya menyebutkan, secara kuartalan atau quarter to quarter (qtq), ULN Indonesia tumbuh 0,8%, melambat dibandingkan pertumbuhan pada kuartal IV 2025 yang mencapai 1,9%. Secara bulanan, posisi ULN juga lebih rendah dibandingkan Februari 2026 yang mencapai US$ 437,9 miliar. Sementara secara tahunan atau year on year (yoy), ULN meningkat dibandingkan kuartal I 2025 yang tercatat sebesar US$ 195,5 miliar atau tumbuh 121,6% yoy.
ULN Pemerintah Tumbuh Lebih Rendah
ULN pemerintah pada kuartal I 2026 tercatat sebesar US$ 214,7 miliar atau tumbuh 3,8% secara qtq. Pertumbuhan ini lebih rendah dibandingkan kuartal IV 2025 yang mencapai 5,5% qtq. Menurut Bank Indonesia, perkembangan ULN pemerintah terutama dipengaruhi oleh aliran modal asing yang masuk ke Surat Berharga Negara (SBN) internasional seiring masih terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia. Sebagai instrumen pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), ULN pemerintah dikelola secara cermat, terukur, dan akuntabel untuk mendukung belanja prioritas serta menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan sektor, ULN pemerintah dimanfaatkan antara lain untuk:- Jasa kesehatan dan kegiatan sosial: 22,1%
- Administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib: 20,2%
- Jasa pendidikan: 16,2%
- Konstruksi: 11,5%
- Transportasi dan pergudangan: 8,5%
ULN Swasta Mengalami Kontraksi
Di sisi lain, ULN swasta tercatat menurun. Pada kuartal I 2026, posisinya sebesar US$ 191,4 miliar, turun dari kuartal IV 2025 yang mencapai US$ 194,2 miliar. Secara qtq, ULN swasta mengalami kontraksi 1,8%, baik pada kelompok lembaga keuangan (financial corporations) maupun perusahaan nonkeuangan (nonfinancial corporations). ULN lembaga keuangan tercatat turun 3,6% qtq, sementara ULN perusahaan nonkeuangan terkontraksi 1,3% qtq. Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta didominasi oleh:- Industri pengolahan
- Jasa keuangan dan asuransi
- Pengadaan listrik dan gas
- Pertambangan dan penggalian