KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) melaporkan, posisi Utang Luar Negeri (ULN) pemerintah pada kuartal II 2026 tercatat sebesar US$ 216,3 miliar, atau tumbuh 2,9% year on year (yoy), meski lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuartal I 2026 sebesar 3,8% yoy. Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyampaikan, perkembangan ULN pemerintah tersebut terutama dipengaruhi aliran masuk pada Surat Berharga Negara (SBN) yang mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia yang terjaga. Ia menyebut, pemerintah tetap berkomitmen untuk menjaga kredibilitas dengan memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang secara tepat waktu, serta mengelola ULN secara pruden, terukur, dan fleksibel untuk mewujudkan pembiayaan yang efisien dan optimal.
Utang Luar Negeri Pemerintah Naik Jadi US$ 216,3 Miliar Pada Kuartal II 2026
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) melaporkan, posisi Utang Luar Negeri (ULN) pemerintah pada kuartal II 2026 tercatat sebesar US$ 216,3 miliar, atau tumbuh 2,9% year on year (yoy), meski lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuartal I 2026 sebesar 3,8% yoy. Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyampaikan, perkembangan ULN pemerintah tersebut terutama dipengaruhi aliran masuk pada Surat Berharga Negara (SBN) yang mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia yang terjaga. Ia menyebut, pemerintah tetap berkomitmen untuk menjaga kredibilitas dengan memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang secara tepat waktu, serta mengelola ULN secara pruden, terukur, dan fleksibel untuk mewujudkan pembiayaan yang efisien dan optimal.
TAG: