JAKARTA. Jumlah utang luar negeri (ULN) swasta cenderung terus meningkat. Berdasarkan data terbaru Bank Indonesia, ULN swasta per Oktober 2014 mencapai US$ 161,3 miliar. Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Juda Agung mengungkapkan, angka tersebut setara dengan 54,8% dari total ULN yang sebesar US$ 294,5 miliar. “Jumlah ULN swasta saat ini bahkan telah melebihi jumlah ULN pemerintah,” kata Juda di Gedung BI, Jakarta, Jumat (2/1). Menurut Juda, Bank Indonesia juga melihat bahwa ULN swasta tersebut rentan terhadap sejumlah risiko, terutama risiko nilai tukar atau currency risk, risiko likuiditas alias liquidity risk dan juga risiko beban utang yang berlebihan atau overleverage risk.
Utang luar negeri swasta lampaui pemerintah
JAKARTA. Jumlah utang luar negeri (ULN) swasta cenderung terus meningkat. Berdasarkan data terbaru Bank Indonesia, ULN swasta per Oktober 2014 mencapai US$ 161,3 miliar. Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Juda Agung mengungkapkan, angka tersebut setara dengan 54,8% dari total ULN yang sebesar US$ 294,5 miliar. “Jumlah ULN swasta saat ini bahkan telah melebihi jumlah ULN pemerintah,” kata Juda di Gedung BI, Jakarta, Jumat (2/1). Menurut Juda, Bank Indonesia juga melihat bahwa ULN swasta tersebut rentan terhadap sejumlah risiko, terutama risiko nilai tukar atau currency risk, risiko likuiditas alias liquidity risk dan juga risiko beban utang yang berlebihan atau overleverage risk.