KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Utang luar negeri (ULN) swasta pada kuartal IV-2022 mencatat penurunan bila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Bank Indonesia (BI) mencatat, ULN swasta pada akhir kuartal IV-2022 sebesar US$ 201,2 miliar atau turun dari US$ 204,1 miliar pada kuartal sebelumnya. Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, penurunan ULN swasta pada periode laporan didorong oleh pembayaran utang.
"Perkembangan ini didorong oleh pembayaran neto utang dagang, surat utang, dan pinjaman, sejalan dengan pola kuartalan pembayaran ULN," tulis Erwin dalam keterangannya, Selasa (14/2). Baca Juga: Utang Luar Negeri Pemerintah dan Swasta Naik Per November 2022 Selain menurun bila dibandingkan kuartal sebelumnya, ULN swasta pada kuartal IV-2022 juga turun 1,8% secara tahunan atau year on year (yoy) bila dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Penurunan ini juga terlihat pada perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations). ULN nya mencatat penurunan 1,5% yoy, lebih dalam dibandingkan penurunan pada kuartal sebelumnya. Selain itu, pertumbuhan ULN lembaga keuangan (financial corporations) juga mengalami penurunan sebesar 2,8% yoy. Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar bersumber dari sektor jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik, gas, uap/air panas, dan udara dingin.