Utang Luar Negeri Swasta Turun Jadi US$ 193,0 Miliar Pada Februari 2026



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) melaporkan Utang Laur Negeri Swasta (ULN) pada Januari 2026 menurun.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mencatat, posisi ULN swasta tercatat sebesar US$ 193,0 miliar pada Januari 2026, menurun dibandingkan dengan posisi pada Desember 2025 sebesar US$ 194,0 miliar.

Baca Juga: Prabowo Tidak Ubah Batas Defisit APBN 3% Kecuali Kondisi Darurat Seperti Covid 19


“Secara tahunan, ULN swasta mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,7% year on year (yoy) pada Januari 2026, lebih dalam dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 0,2% yoy,” tutur Denny dalam keterangannya, Senin (16/3/2026).

Adapun ia membeberkan, penurunan posisi ULN swasta tersebut dipengaruhi oleh ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations).

Sementara itu, berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari Sektor Industri Pengolahan; Jasa Keuangan dan Asuransi; Pengadaan Listrik dan Gas; serta Pertambangan dan Penggalian dengan pangsa mencapai 80,1% terhadap total ULN swasta.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan. ULN swasta tetap didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 76,2% terhadap total ULN swasta.

Baca Juga: Soal Pelonggaran Defisit Anggaran Lebih dari 3%, Ini Kata Prabowo

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News