JAKARTA. PT Mitra International Resources Tbk (MIRA) angkat bicara. Mereka membantah memiliki utang jatuh tempo senilai US$ 200 juta pada 30 Juni 2009 lalu. Wakil Direktur Utama MIRA Benny Prananto menegaskan tidak ada utang MIRA maupun anak perusahaannya yang jatuh tempo tanggal 30 Juni 2009. Dia juga membantah anak usaha MIRA, Mira International Holdings (Mira Holdings), sudah gagal membayar utang US$ 200 juta untuk mendanai akuisisi PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) itu. "MIRA memiliki utang jatuh tempo pada September 2009 mendatang," ujarnya kepada KONTAN, kemarin (10/8). Namun Benny mengaku tidak ingat nilai utang MIRA yang akan jatuh tempo September nanti. Berdasarkan keterangan Sekretaris Perusahaan MIRA Immaculata T.M Wattimena beberapa waktu lalu, utang jatuh tempo MIRA bulan September mendatang berjumlah US$ 112 juta. Benny menegaskan MIRA akan menyelesaikan utang yang jatuh tempo September 2009 itu. Cuma, MIRA belum memutuskan sumber pendanaan untuk membayar utang itu. Tapi, MIRA tidak akan mengandalkan kas internal sebagai sumber pendanaan utang. Maklum, posisi kas MIRA hingga kuartal pertama 2009 sebesar Rp 737,97 miliar. Toh, MIRA mengaku tak khawatir. "Kami bisa mencari pendanaan lain seperti perbankan, termasuk berbicara kembali dengan kreditur," tandas Benny. Utang dengan bunga tinggi
Utang MIRA Baru Mulai Jatuh Tempo September
JAKARTA. PT Mitra International Resources Tbk (MIRA) angkat bicara. Mereka membantah memiliki utang jatuh tempo senilai US$ 200 juta pada 30 Juni 2009 lalu. Wakil Direktur Utama MIRA Benny Prananto menegaskan tidak ada utang MIRA maupun anak perusahaannya yang jatuh tempo tanggal 30 Juni 2009. Dia juga membantah anak usaha MIRA, Mira International Holdings (Mira Holdings), sudah gagal membayar utang US$ 200 juta untuk mendanai akuisisi PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) itu. "MIRA memiliki utang jatuh tempo pada September 2009 mendatang," ujarnya kepada KONTAN, kemarin (10/8). Namun Benny mengaku tidak ingat nilai utang MIRA yang akan jatuh tempo September nanti. Berdasarkan keterangan Sekretaris Perusahaan MIRA Immaculata T.M Wattimena beberapa waktu lalu, utang jatuh tempo MIRA bulan September mendatang berjumlah US$ 112 juta. Benny menegaskan MIRA akan menyelesaikan utang yang jatuh tempo September 2009 itu. Cuma, MIRA belum memutuskan sumber pendanaan untuk membayar utang itu. Tapi, MIRA tidak akan mengandalkan kas internal sebagai sumber pendanaan utang. Maklum, posisi kas MIRA hingga kuartal pertama 2009 sebesar Rp 737,97 miliar. Toh, MIRA mengaku tak khawatir. "Kami bisa mencari pendanaan lain seperti perbankan, termasuk berbicara kembali dengan kreditur," tandas Benny. Utang dengan bunga tinggi