Utang naik, laba bersih BTEL anjlok 96,29%



JAKARTA. Kinerja PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) di semester I 2010 cukup ternyata sangat menyedihkan. Perusahaan operator telekomunikasi Grup Bakrie ini hanya mampu membukukan laba bersih Rp 2,7 miliar pada semester I 2010. Artinya, laba bersih BTEL ini anjlok 96,29% dari Rp 72,8 miliar pada semester I 2009. Direktur Keuangan BTEL Jastiro Abi mengatakan penurunan laba bersih ini lantaran kenaikan beban usaha akibat pembayaran utang. Beban keuangan BTEL naik 95,3% dari Rp 105,6 miliar menjadi Rp 206,3 miliar. "Kita kan baru saja menerbitkan obligasi US$ 250 juta," ucapnya. Walau laba bersihnya turun, namun pendapatan BTEL masih tumbuh positif, yakni naik 3,1% dari Rp 1,6 triliun menjadi Rp 1,7 triliun. "Pertumbuhan industri telekomunikasi masih cukup bagus, kami masih optimis akan membukukan pendapatan yang positif," tegasnya. Buktinya, hingga Juni 2010 pelanggan BTEL sudah sebanyak 11,1 juta naik 24,7% dari 8,9 juta pelanggan di Juni 2009.

Berikut rincian laporan keuangan Bakrie Telecom:

Akhir Juni 2010 Akhir Juni 2009
Rp juta Rp juta %
Pendapatan Usaha 1.718.312,51 1.665.950,17 3%
Laba usaha 174.599,5 158.592,65 10%
Beban Pajak 12.899,74 22.068,23 -42%
Laba Bersih 2.720,95 72.779,16 -96%
Laba bersih/saham (Rp) 0,1 2,56 -96%

Sumber: Keterbukaan informasi BTEL di BEI tanggal 30 Agustus 2010

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Djumyati P.