KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Industri keramik nasional mulai menunjukkan pemulihan setelah tingkat utilisasi produksi meningkat dalam dua tahun terakhir. Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) menilai sejumlah kebijakan pemerintah turut membantu mempercepat pemulihan industri tersebut. Ketua Umum ASAKI Edy Suyanto mengatakan, kebijakan pemerintah yang dinilai pro-industri, seperti perpanjangan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT), penerapan SNI wajib untuk keramik serta perpanjangan kebijakan safeguard keramik telah memberikan dampak positif terhadap industri keramik nasional. "ASAKI mengapresiasi kinerja dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo yang telah memberikan kontribusi positif terhadap kinerja industri keramik nasional melalui beberapa kebijakannya yang pro industri," kata Edy kepada Kontan, Jumat (14/8/2026). Baca Juga: Kadin Dorong Aliansi Negara Produsen Sawit, Perkuat Posisi Indonesia di Pasar Global Menurut dia, utilisasi produksi keramik nasional telah kembali meningkat setelah sempat tertekan. Pada 2024, utilisasi produksi berada di level 65%, kemudian naik menjadi 73% pada 2025. ASAKI memperkirakan tingkat utilisasi tersebut kembali meningkat menjadi sekitar 75% pada 2026. Edy mengatakan, tren tersebut berbanding terbalik dengan tingkat utilisasi industri keramik dunia yang justru mengalami penurunan dari tahun ke tahun.
Utilisasi Industri Keramik Bisa Tembus 80% di Tahun 2026
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Industri keramik nasional mulai menunjukkan pemulihan setelah tingkat utilisasi produksi meningkat dalam dua tahun terakhir. Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) menilai sejumlah kebijakan pemerintah turut membantu mempercepat pemulihan industri tersebut. Ketua Umum ASAKI Edy Suyanto mengatakan, kebijakan pemerintah yang dinilai pro-industri, seperti perpanjangan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT), penerapan SNI wajib untuk keramik serta perpanjangan kebijakan safeguard keramik telah memberikan dampak positif terhadap industri keramik nasional. "ASAKI mengapresiasi kinerja dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo yang telah memberikan kontribusi positif terhadap kinerja industri keramik nasional melalui beberapa kebijakannya yang pro industri," kata Edy kepada Kontan, Jumat (14/8/2026). Baca Juga: Kadin Dorong Aliansi Negara Produsen Sawit, Perkuat Posisi Indonesia di Pasar Global Menurut dia, utilisasi produksi keramik nasional telah kembali meningkat setelah sempat tertekan. Pada 2024, utilisasi produksi berada di level 65%, kemudian naik menjadi 73% pada 2025. ASAKI memperkirakan tingkat utilisasi tersebut kembali meningkat menjadi sekitar 75% pada 2026. Edy mengatakan, tren tersebut berbanding terbalik dengan tingkat utilisasi industri keramik dunia yang justru mengalami penurunan dari tahun ke tahun.
TAG: