Utusan AS dan Iran Akan Bertemu di Swiss, Gencatan Senjata Lebanon Jadi Kunci



KONTAN.CO.ID - DUBAI/WASHINGTON. Utusan pribadi Presiden Amerika Serrikat (AS) Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Iran menuju Swiss untuk melakukan pembicaraan. Namun seperti dilaporkan Axios yang dikutip Reuters, serangan mematikan oleh Israel di Lebanon pada hari Sabtu (20/6/2026), dapat menguji kesepakatan gencatan senjata baru yang penting untuk mengakhiri perang Iran.

Pembicaraan yang dipimpin oleh Steve Witkoff dan Abbas Araqchi menandai upaya untuk mengubah pakta sementara 14 poin minggu ini menjadi kesepakatan regional yang langgeng untuk mengakhiri perang yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari.

Namun, hanya beberapa jam setelah gencatan senjata berlaku di Lebanon antara Israel dan kelompok militan Hizbullah yang didukung Iran, serangan udara dan serangan pesawat tak berawak Israel menewaskan sedikitnya lima orang di selatan pada hari Sabtu, menurut media pemerintah Lebanon.


Penghentian pertempuran di Lebanon adalah syarat untuk memulai pembicaraan AS-Iran selama 60 hari untuk menyelesaikan perselisihan mengenai program nuklir Iran. Juga isu-isu pelik lainnya yang diperlukan untuk membentuk kesepakatan yang lebih tahan lama yang penting untuk membuka kembali Selat Hormuz dan menstabilkan pasokan minyak global.

Baca Juga: Gencatan Senjata di Lebanon Disepakati, Utusan Trump Menuju Swiss

Gencatan senjata di Lebanon mulai berlaku sekitar pukul 16.00 (1300 GMT) pada hari Jumat setelah terjadi baku tembak, kata seorang pejabat senior AS. Dua sumber dari Hizbullah dan seorang pejabat senior Israel mengkonfirmasi gencatan senjata tersebut.

Namun, pesawat tempur dan drone Israel melancarkan serangkaian serangan di wilayah Nabatieh sepanjang malam hingga Sabtu pagi, menghancurkan bangunan tempat tinggal. Sementara artileri Israel menembaki Nabatieh dan sekitarnya sebelum fajar, tulis kantor berita negara Lebanon, NNA.

Israel tidak segera mengomentari laporan NNA tersebut.

Witkoff akan menuju Swiss untuk bergabung dengan Jared Kushner, menantu Trump, yang sudah berada di sana. Sementara Araqchi akan berangkat ke sana pada hari Sabtu.

Gedung Putih tidak menanggapi pertanyaan tentang perjalanan Witkoff. Iran belum mengkonfirmasi rencana Araqchi.

Wakil Presiden JD Vance membatalkan rencana perjalanannya ke resor pegunungan Swiss, Buergenstock, pada hari Kamis karena persiapan untuk pembicaraan teknis sudah sangat maju, di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Hizbullah.

Swiss siap memfasilitasi pembicaraan AS-Iran dan pekerjaan persiapan terus berlanjut, kata kementerian luar negeri Swiss.

Kesepakatan sementara pada hari Rabu mengharuskan Amerika Serikat, Iran, dan sekutu mereka untuk menyatakan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini, termasuk di Lebanon.

Israel, yang tidak dilibatkan dalam pembicaraan, mengatakan bahwa mereka bukan pihak dalam kesepakatan tersebut.

Baca Juga: Donald Trump Akan Melawat ke Turki dan ke China Lagi Tahun Ini

Lebanon Kunci Kesepakatan Damai

Araqchi, dalam percakapan telepon dengan rekan sejawatnya dari Pakistan pada hari Jumat, mengatakan, Amerika Serikat akan bertanggung jawab atas setiap pelanggaran komitmennya berdasarkan kesepakatan tersebut, termasuk mengakhiri pertempuran di Lebanon.

Lebanon terseret ke dalam perang regional ketika Hizbullah melepaskan tembakan ke Israel pada 2 Maret, yang mendorongnya untuk melancarkan serangan terhadap kelompok tersebut dan menginvasi bagian selatan negara itu.

Sebelum serangan hari Sabtu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Presiden Lebanon Joseph Aoun membahas penyelenggaraan negosiasi Israel-Lebanon di Washington dari Selasa hingga Kamis, kata Departemen Luar Negeri.

Kepresidenan Lebanon mengatakan gencatan senjata komprehensif adalah pilar fundamental dari pembicaraan ini.

Baca Juga: Harga Minyak Brent Anjlok 7,7% di Pekan Ini, Potensi Kenaikan Tetap Mengintai

Perang Iran telah menewaskan sedikitnya 7.000 orang, sebagian besar di Iran dan Lebanon. Hal ini telah mendorong kenaikan harga energi, memicu inflasi di seluruh dunia.

Minyak mentah Brent turun sekitar 8% minggu ini, dan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz meningkat setelah penandatanganan kesepakatan sementara.

Selat tersebut mengangkut hampir seperlima pasokan minyak mentah dan gas alam cair global sebelum Iran memblokadenya selama perang.