JAKARTA. Produsen kaca film PT V-Kool Indo Lestari kian mantap dengan pilihan bisnisnya. Perusahaan ini ingin memperbesar porsi penjualan kaca film untuk bangunan atau properti. Hasilnya punya mulai tampak. Linda Wijaya, Vice President Director PT V-Kool Indo Lestari membeberkan, tatkala pertama kali masuk pasar Indonesia 20 tahun lalu, komposisi penjualan perusahaan itu adalah 85% kaca film otomotif dan 15% kaca film bangunan. Sekarang, komposisi penjualan V-Kool berubah. Yakni: sebesar 70% kaca otomotif dan 30% kaca bangunan. Manajemen V-Kool menampik alasan memutar haluan bisnisnya itu lantaram berangkat dari potret penjualan otomotif di tanah air yang tengah lesu. Perusahaan tersebut beralasan, saat ini, mereka melihat potensi penggunaan kaca film bangunan yang makin besar. "Jadi potensinya besar, bukan karena bisnis otomotif turun lalu kami beralih ke kaca bangunan," kata Linda, Rabu (26/8).
V-Kool memoles bisnis kaca properti
JAKARTA. Produsen kaca film PT V-Kool Indo Lestari kian mantap dengan pilihan bisnisnya. Perusahaan ini ingin memperbesar porsi penjualan kaca film untuk bangunan atau properti. Hasilnya punya mulai tampak. Linda Wijaya, Vice President Director PT V-Kool Indo Lestari membeberkan, tatkala pertama kali masuk pasar Indonesia 20 tahun lalu, komposisi penjualan perusahaan itu adalah 85% kaca film otomotif dan 15% kaca film bangunan. Sekarang, komposisi penjualan V-Kool berubah. Yakni: sebesar 70% kaca otomotif dan 30% kaca bangunan. Manajemen V-Kool menampik alasan memutar haluan bisnisnya itu lantaram berangkat dari potret penjualan otomotif di tanah air yang tengah lesu. Perusahaan tersebut beralasan, saat ini, mereka melihat potensi penggunaan kaca film bangunan yang makin besar. "Jadi potensinya besar, bukan karena bisnis otomotif turun lalu kami beralih ke kaca bangunan," kata Linda, Rabu (26/8).