Valas minim, hasil stress test BNI Syariah aman



JAKARTA. Bank BNI Syariah telah melakukan uji ketahanan atau stress test dengan asumsi rupiah di level Rp 15.500 per dollar Amerika Serikat. Direktur Bisnis BNI Syariah Imam T Saptono mengatakan, hasil hasil stress test menunjukkan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) masih aman.

Ini disebabkan karena eksposure valas BNI Syariah masih kurang dari 5%. Stress test ini, menurut Iman, dilakukan perseroan sebagai anjuran dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Setiap bank memang harus melakukan stress test di 15.500,” ujar Imam di Jakarta, Jumat, (11/9).

Sebagai informasi, sampai semester pertama 2015, tercatat non performing finance (NPF) gross BNI Syariah berada di level 2,42%. Sedangkan untuk CAR pada semester pertama ini tercatat sebesar 15,11%.


Secara umum, kinerja BNI Syariah pada semester pertama tahun ini tercatat cukup positif. Hal ini tampak dari beberapa indikator yang berjalan sesuai rencana. Salah satunya profitabilitas sebesar Rp 99,94 miliar atau naik sebesar 50,33% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 66,48 miliar.

Pertumbuhan ini didorong, antara lain, oleh pertumbuhan pembiayaan 25,24% yoy menjadi Rp 16,74 triliun. Pada periode sebelumnya pembiayaan mencapai Rp 13,37 triliun. Faktor pendorong lainnya adalah bertumbuhnya penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) 28,22% yoy dari semula Rp 13,51 triliun menjadi Rp 17,32 triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Havid Vebri